KOLEKSI BUKU

Halaman

Tampilkan postingan dengan label TUGAS PEMBATIK LEVEL 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS PEMBATIK LEVEL 4. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2020

SOSIALISASI KE-5 RUMAH BELAJAR


Hari ini, rabu tanggal 21 Oktober 2020  menjadi waktu terakhir saya melakukan kegiatan berbagi tentang rumah belajar di komunitas KKG Kec. Tanjungsari Kab. Bogor. Di kegiatan sosialisasi hari ini, ada hal yang berbeda dengan kegiatan sosialisasi sebelumnya. Terlihat bapak/ibu guru yang hadir pada kegiatan ini, persentase lebih besar memiliki usia bisa dikatakan dalam masa-masa akhir tugasnya. Akan tetapi dengan antusiasme yang nampak, bapak/ibu guru peserta  memiliki semangat untuk bisa kenal dan menggunakan portal rumah belajar sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran di masa pandemi ini. 

Dari pengalaman hari ini, dapat direfleksikan bahwa semangat  mengembangkan diri  akan mendapatkan sesuatu hasil yang diperoleh. Saya meyaikini bahwan kebaikan akan menemukan jalannya sendiri sehingga teruslah berjalan kalau tidak menyanggupi berlari untuk menggapai sebuah finish. Semangat  bergerak menuju sesuatu yang baru akan bisa menjadi  motivasi  untuk terus mengembangkan diri demi sebuah kulitas pembelajaran yang lebih baik lagi.



TUGAS VLOG PEMBATIK LEVEL 4

Senin, 19 Oktober 2020

SOLE ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI


   sumber foto https://republika.co.id/berita/q7ds30328/


Saat ini, pembelajaran mandiri sangat diperlukan untuk dipraktikkan  oleh guru untuk membentuk rasa tanggung jawab siswa terhadap proses belajar yang dilakukannya. Salah satu model pembelajaran yang dapat kita gunakan diantaranya adalah SOLE.  Model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) fokus  pada sebuah proses pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siapapun yang memiliki keinginan untuk belajar menggunakan fasilitas internet dan perangkat gawai yang dimilikinya.  Kenapa harus SOLE ? Alasan pertama adalah  sebuah pernyataan bahwa setiap orang dibekali rasa ingin tahu  terhadap sesuatu hal yang baru. Kedua perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini terus berkembang sehingga perlu adanya upaya adaftip oleh guru untuk menyelaraskan antara perkembangan teknologi dengan proses pembelajaran sehingga pembelajaran akan lebih inovatif dan kreatif.   

Di masa pandemi ini saya mencoba untuk menggunakan model pembelajaran SOLE dalam beberapa materi tertentu. Hal ini dilakukan sebagai upaya  memberikan sebuah pembelajaran kepada siswa yang inovatif sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan akan tercapai.  Dengan pembelajaran SOLE ada beberapa kompetensi siswa yang akan terbentuk diantaranya  sebagai berikut :

1. Melatih berpikir kreatif

Dengan pembelajaran SOLE  siswa akan dihadapkan sebuah pertanyaan terbuka, yang harus dicari sendiri jawaban atas pertanyaan tersebut dengan mencari informasi dari Internet menggunakan perangkat gawai yang dimilikinya, sehingga akan memberikan stimulus kepada siswa untuk beripikir kreatis dalam mnyelesaikan persoalan yang diberikan.

2. Kemampuan memecahkan masalah

Di dalam pembelajaran SOLE yang menjadi ciri utamanya adalah adanya pertanyaan di awal  yang harus dijawab oleh siswa secara mandiri. Setiap pertanyaan membutuhkan jawaban, dan setiap jawaban yang ditemukan akan menjadi pengetahuan baru siswa untuk menyelesaikan sebuah permasalahan berikutnya. Sebuah proses inilah yang diharapkan dapat melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.

3. Kemampuan berkomunikasi

Setiap jawaban yang ditemukan dari pertanyaan yang diberikan, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan jawaban yang ditemukannya kepada siswa lain. Dengan memfasilitasi cara seperti itu diharapkan akan melatih kemampuan siswa dalam berkomunikasi.

Adapun tahapan kegiatan dari proses pembelajaran model SOLE secara umum terdapat tiga aktifitas yang harus dilakukan siswa dalam proses pembelajaran. Pertama adalah Question, pada tahap ini guru memberikan sebuah pertanyaan untuk dijawab oleh siswa. Jenis pertanyaan yang diberikan harus membuat stimulus rasa ingin tahu  siswa  sehingga proses nalar siswa terhadap pertanyaan tersebut akan berjalan aktif. Kedua tahap investigasi, pada tahap ini siswa mencari informasi melalui internet untuk mendapatkan referensi terkait jawaban pertanyaan yang diberikan. Pada tahap inilah kita bisa memanfaatkan portal rumah belajar sebagai sumber belajar yang digunakan. Sumber belajar yang ada bisa berupa video pembelajaran atau media berbasis web. Sumber belajar di portal rumah belajar sangat mudah diakses siswa sehingga memungkinkan pembelajaran jarak jauh  akan tetap terlaksana dengan baik.  Pada tahap akhir adanya kegiatan review yang dilakukan, hal  ini dilakukan untuk mengkonfirmasi jawaban-jawaban yang sudah  didapatkan.  Secara lebih rincinya adalah sebagai berikut :

1.  Memberikan pertanyaan

2. Mengelompokkan siswa

3. Investigasi siswa

4: Monitoring

5: Presentasi

6: Evaluasi hasil presentasi

Tahapan-tahapan  tersebut menjadi sebuah pedoman kita, dalam melakukan proses pembelajaran ketika akan menggunakan model pembelajaran SOLE. Pada intinya pembelajaran SOLE menjadi salah satu model pembelajaran alternative ketika kita menginginkan  siswa beraktivitas secara mandiri dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Rumah belajar sebagai platform daring yang sangat baik sekali untuk dijadikan sebagai sumber belajar  dalam mengintegrasikan konsep TPACK dengan aktivitas pembelajaran yang dilakukan.

Untuk lebih lengkapnya bagaimana pembelajaran SOLE ini dilakukan, dapat disimak video berikut ini.



Minggu, 18 Oktober 2020

SOSIALISASI PEMANFAATAN PORTAL RUMAH BELAJAR





Rumah belajar merupakan sebuah platform daring yang merupakan sebuah inovasi teknologi dalam bidang pendidikan di era industri 4.0.  Dalam hal ini saya sangat bersyukur sekali diberikan kesempatan untuk berperan dalam mengenalkan  Rumah Belajar di komunitas KKG 03 & 04 di wilayah kec. Tanjungsari Kab. Bogor dan SD Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur. Tugas ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi bagi seluruh peserta pembaTIK  pada level 4 untuk melakukan sosialisasi rumah belajar, baik dengan cara tatap muka atau tatap maya kepada guru-guru lainnya, sehingga rumah belajar ini, bisa dikenal dan dipergunakan oleh siswa dan guru sebagai bahan belajar di rumah.

Sosialisasi pertama dilakukan di KKG Gugus 04 Kec. Tanjungsari pada hari Rabu tanggal  14 Oktober 2020. Kegiatan diikuti dari perwakilan guru sejumlah 2 orang dari setiap sekolah. Hal ini dilakukan karena keadaan masih kondisi pandemi. Tentunya,kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, seperti mencuci tangan memakai masker dan menjaga jarak. Kegiatan sosialisasi hari pertama ini diikuti sejumlah 16 peserta. Selain mensosialisasikan rumah belajar, sebelumnya telah bekerja sama juga dengan pengawas bina TK/SD  Kec. Tanjungsari Kab.bogor  serta Ketua PGRI Kec. Tanjungsari, sehingga acara sosialisasi di hari pertama bisa berjalan dengan baik dan semangat dari para peserta sosialisasi. Adapun terkait materi yang disampaikan adalah bagaimana pemanfaatan portal rumah belajar ini bisa digunakan oleh siswa sebagai bahan belajar dari rumah dan menjadikn pembelajaran yang dilakukan bisa lebih kreatif dan inovatif sehingga siswa lebih antusias dalam belajar. 


                                                   

Sosialisasi kedua dilaksanakan esok harinya pada tanggal 15 Oktober 2020, yaitu bertempat di SDN. Tanjungsari  03 komunitas KKG Gugus 3 Kec. Tanjungsari Kab. Bogor. Pada kegiatan kali ini, masih dengan materi yang sama yaitu Pemanfaatan Portal Rumah Belajar  sebagai bahan belajar di  rumah. Sosialisasi kedua ini dibuka oleh Ketua Gugus 03 yang memberikan pengarahan kepada peserta, bahwa kegiatan ini, sebagai upaya peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bahan belajar siswa selama belajar di rumah. Sehingga dengan diadakannya sosialisasi rumah belajar ini, menjadi sebuah  harapan akan keberlangsungan pembelajaran yang efektif dan inovatif walaupun siswa belajar di rumah.






Pada hari sabtu tanggal 17 Oktober 2020 menjadi kegiatan sosialisasi  terakhir yang saya lakukan  yang berlokasi di SD Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh semua guru di lingkungan sekolah tersebut.  Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 09.30 – 12.00  dengan materi  yang masih sama dengan sosialisasi-sosialisasi sebelmnya yaitu pemanfaatn portal rumah belajar sebagai bahan belajar di rumah serta pemanfaatan edugame sebagai pembelajaran berbasis game untuk memotivasi siswa ketika mengalami kejenuhan dalam belajar. Pada kegiatan sosialisasi ini, peserta kegiatan sosialisasi memberikan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini ditandai dengan antusiasnya peserta kegiatan dalam mengikuti kegiatan sosialisasi.






Itulah beberapa kegiatan sosialisasi rumah belajar yang saya lakukan sebagai tugas peserta pembatik level 4 Jawa Barat tahun 2020. Ini merupakan sebuah pengalaman yang perlu saya catat dalam sebuah tulisan sebagai  pengingat dan motivasi agar terus belajar, berbagi, dan bersemangat untuk berinovasi mewujudkan sebuah karya yang akan memiliki kebermanfaatan bagi dunia pendidikan. Merdeka belajarnya, portal rumah belajarnya dan maju Indonesiaku.





Sabtu, 17 Oktober 2020

MOTIVASI MENJADI DUTA RUMAH BELAJAR

Pada tahun ini saya mengikuti program pembaTIK 2020, dimana program ini merupakan sebuah program diklat yang diselenggarakan oleh Pusdatin Kemendikbud sebagai upaya mengembangkan kompetensi guru dalam bidang TIK. Lalu apa yang menjadi motivasi saya mengikuti program ini ? Motivasi adalah sebuah arah yang menjadi rujukan kita dalam melakukan sebuah aktivitas, sehingga sebelum bersiap untuk mendaftarkan diri tentunya ada sebuah motivasi dalam diri yang menjadi arah untuk bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Tidak dipungkiri, selain mendapatkan pengetahuan baru dalam bidang TIK, ada sebuah motivasi untuk menjadi Duta Rumah Belajar. Hal ini ada dalam lubuk hati, terpacu dalam diri melihat para Duta Rumah Belajar begitu hebatnya dan memiliki semangat untuk berbagi pengetahuan dengan menggunakan beragam media, mulai dari media social, media elektronik dan media cetak serta media-media lainnya. Selain dalam hal semangatnya para Duta Rumah Belajar, mengikuti program ini memberikan kesempatan untuk berinovasi dan berkreasi dalam bidang pembelajaran berbasis TIK.

Duta Rumah Belajar adalah sebuah identitas bagi yang berhasil lulus pada level terakhir setelah mengikuti tahapan proses yang begitu ketatnya, menjadi Duta Rumah Belajar menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dan menjadi motivasi untuk selalu mengupgrade diri. Kadang kita lupa bahwa, guru memiliki tugas selain mendidik adalah mengajar atau penyampai pesan (materi) kepada siswa, sehingga guru professional harus selalu berupaya mengembangkan kompetensi dalam bidang TIK, untuk bisa menjadi pengembang media pembelajaran yang karyanya akan menjadi abadi dan bisa digunakan oleh siswa di sekolah .

Denga menguasai teknologi di era abad 21 ini, menjadi bekal kita bagaimana upaya untuk menghadirkan sebuah proses pembelajaran inovatif. Sehingga menjadi Duta Rumah Belajar akan meluaskan sebuah kesempatan untuk terus berkarya, berkreasi dan menginspirasi.

Duta rumah belajar akan memiliki banyak tugas selain tugas pokoknya mengajar, walaupun dengan begitu banyaknya tugas kegiatan, akan menjadikan sebuah pengalaman yang bermakna dibandingkan kita hanya diam tidak bergerak untuk menjadi perumus sebuah ide kreatif dalam berinovasi. Berbagi yang diberikan keteladanan oleh para Duta Rumah Belajar menjadikan sebuah motivasi dalam diri saya untuk bersemangat dalam melakukan sebuah perubahan demi kualitas pendidikan yang lebih baik. Dipertemukan dalam sebuah komunitas bersama orang-orang hebat yang berasal dari daerah kabupaten dan provinsi lain menjadikan sebuah rasa pengalaman tersendiri yang tidak akan terkikis oleh berlalunya waktu.

Motivasi dalam mengikuti program ini, pada intinya adalah kemauan kita sebagai guru yang berupaya tetap produktif saat pandemi, hal ini akan menjadikan sebuah ide terealisasikan. Kita memaklumi bahwa memberikan pengalaman bermakna bagi siswa adalah bagaimana seorang guru terus berinovasi tanpa menyerah dengan keadaan sehingga mampu memfasilitasi siswa untuk belajar aktif dan menyenangkan. Dengan demikian Duta Rumah Belajar merupakan motivasi yang dapat digunakan untuk terus bergerak belajar, berbagi dan merefleksikan sebuah proses pembelajaran inovatif yang telah dilakukan.