KOLEKSI BUKU

Halaman

Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 September 2023

Modul 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Modul 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi

Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

Septian Saepul Rohman, Calon Guru Penggerak Angkatan 8

SD Negeri Neglasari  Kabupaten Bogor  Provinsi Jawa Barat

 

 

Berikut ini saya akan mencoba memaparkan sebuah tulisan yang memaparkan pengetahuan yang saya peroleh serta pengalaman belajar saya selama  melewati tahapan-tahapan pembelajaran  dengan membuat sebuah  kesimpulan, berefleksi mengaitkan materi-materi yang sudah dipelajari, baik di dalam modul 3.1. ataupun kaitannya dengan materi di modul lain.

 

Dalam  Koneksi Antar Materi Modul 3.1.a.8 terkait Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran saya dipandu dengan beberapa pertanyaan pemantik agar kesimpulan dan refleksi yang saya lakukan dapat lebih bermakna.

 Berikut adalah beberapa pertanyaan pemandu dalam mengaitkan koneksi antar materi 3.1 ini:

1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Kita memahami bahwa Filosofi Pratap Triloka terdiri dari tiga semboyan yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Semboyan tersebut memiliki arti di depan memberi teladan, di tengah memberi motivasi dan di belakang memberikan dukungan. Konsep filosofis ini menjadi panduan dalam melaksanakan proses pembelajaran kepada murid di sekolah oleh guru. Kaitannya dengan pengambilan keputusan jelas sekali bahwa sebagai seorang pemimpin pembelajaran guru harus senantiasa memberikan keteladanan dengan salah satunya adalah dalam proses pengambilan keputusan yang harus memberikan dampak positif bagi semua orang.  Selain memberikan keteladanan seorang  guru juga harus berupaya memnfasilitasi pembelajaran murid lebih bermakna seorang guru harus memberikan karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap Triloka ing madyo mangun karsa dan  guru harus mendorong dengan memotivasi murid agar berprestasi dalam proses pembelajarannya. 

Salah satu pandangan Ki Hajar Dewantara yang memiliki relevansi dengan pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran adalah Pendidikan untuk Semua. Dalam hal ini Ki Hajar Dewantara mendorong pendidikan  tanpa memandang latar belakang atau status sosial, semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Dalam konteks pengambilan keputusan, seorang pemimpin pembelajaran diharapkan agar dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil harus berpihak pada semua murid tanpa adanya diskriminasi dengan prinsip keadilan.

 

2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

 

 

Dalam pengambilan keputusan kita harus mengacu pada nilai-nilai kebajikan yang kita yakini sebagai pembentuk karakter siswa kita di sekolah. Oleh karena itu seorang  guru seyogyanya memiliki nilai-nilai kebajikan yang terintrenalisasi dalam dirinya.  Dengan demikian akan berpengaruh kepada diri seorang  guru dalam mencptakan sebuah proses pembelajaran yang dilakukannya.

Nilai-nilai kebajikan itu diantaranya seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut akan menjadi prinsip dan yang akan mempengaruhi seorang guru dalam mengambil sebuah keputusan  dari dua pilihan yang  berada pada situasi dilema etika (benar vs benar) atau berada dalam dua pilihan antara benar melawan salah (bujukan moral) yang menuntut kita untuk benar-benar mempertimbangkannya secara baik dan  seksama untuk mengambil keputusan yang benar.

Ketika telah mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat maka itu adalah hasil dari nilai-nilai positif yang menjadi acuan dalam dirinya untuk mengambil sebuah keputusan dengan permasalahan yang kompleks.

3.         Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut?

 

Pembimbingan yang telah dilakukan oleh pengajar praktik dan fasilitator membantu saya dalam mengelaborasi pemahaman tentang bagaimana cara pengambilan keputusan yang tepat. Dalam proses tersebut saya diberikan pengalaman belajar untuk mengevaluasi sebuah keputusan yang diambil apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang diyakini atau belum. Karena bagaimanapun sebuah keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin harus menerima konsekuensi yang akan diterima dengan berbagai macam pertimbangan untuk dapat dipertanggungjawabkan. Keputusan yang diambil telah efektif karena sudah melakukannya melalui tahap 9 pengambilan keputusan,

4.    Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika dalam pendidikan seringkali mengembalikan perhatian kepada nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik. Dalam konteks pendidikan, pendidik memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa dan mengajarkan nilai-nilai yang baik. Ketika muncul masalah moral atau etika, studi kasus dapat membantu mendekatkan pemahaman dan tindakan pendidik dengan nilai-nilai yang seharusnya dianut. Dengan belajar memahami  studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika dapat memicu pendidik untuk merenungkan nilai-nilai pribadi yang mereka anut. Mereka dapat mempertimbangkan apakah tindakan mereka konsisten dengan nilai-nilai ini atau tidak.

5.    Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?

 

Pengambilan keputusan yang tepat dalam lingkungan  memiliki dampak yang signifikan terhadap terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman di sekolah. Keputusan yang tepat membantu menciptakan budaya sekolah yang positif. Ketika siswa, guru, dan staf sekolah melihat bahwa keputusan-keputusan dibuat dengan hati-hati dan berdasarkan pada nilai-nilai yang baik, maka akan lebih cenderung merasa dihargai dan terdorong untuk berperilaku dengan baik. Sehingga dengan merasa puasnya keputusan yang diambil dan dirasakan dampak positif oleh seluruh warga sekolah maka akan tercipata lingkungan yang positif, aman dan nyaman di sekolah.

6.    Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang ada dalam pengambilan keputusan di lingkungan saya dari hasil pengamatan saya adalah terkait dengan kepuasan atau tidaknya yang dapat diterima oleh seluruh warga sekolah karena dengan kepentingan diri sendiri.  Sehingga dengan mempelajari dari paradigma berpikir dari seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan perlu terus dilatih dan diupayakan sehingga setiap keputusan yang kita ambil harus tepat dan bijak berlandaskan nilai-nilai kebajikan, keteladanan, bijaksana dan tidak melanggar norma. Dengan landasan tersebut kita dapat menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.Sehingga murid-murid dapat belajar dengan baik dan dapat mengembangkan kompetensinya.

7.    Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengambilan keputusan dalam konteks pengajaran sangat berpengaruh pada apakah pengajaran tersebut memerdekakan murid-murid kita atau tidak. Keputusan-keputusan yang diambil oleh pendidik memiliki dampak yang signifikan pada pengalaman belajar siswa. Misalnya dalam Pengambilan keputusan dalam pemilihan kurikulum dan materi ajar harus memperhatikan beragam potensi dan minat murid. Guru perlu memilih sumber daya yang dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar dan tingkat kemampuan. Ini memungkinkan murid untuk memiliki pengalaman pembelajaran yang lebih relevan dan menarik.

Dalam memutuskan pembelajaran yang tepat sesuai dengan potensi murid yang beragam guru harus mengambil sebuah keputusan dengan merencanakan strategi atau metode metode pengajaran yang cocok dengan kebutuhan murid. Sehingga semua siswa, kebutuhan belajarnya dapat terpenuhi.

8.    Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan dan kehidupan murid-muridnya melalui pengambilan keputusan yang bijak dan efektif. Keputusan tentang bagaimana materi diajarkan dan bagaimana siswa dievaluasi dapat memengaruhi pemahaman dan penyerapan materi oleh siswa. Pengajaran yang efektif dan inspiratif dapat membantu siswa mengembangkan minat dalam belajar dan memotivasi mereka untuk mencapai prestasi lebih tinggi.

9.    Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir yang saya peroleh dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul sebelumnya bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu kemampuan yang perlu  dimiiki oleh guru sebagai pendidik.  Sebagai seorang guru dalam pengambilan keputusan harus berlandaskan pada konsep filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Hal ini karena setiap keputusan yang diambil akan harus berpihak pada murid dan kebermanfataannya untuk murid. Untuk dapat mengambil sebuah keputusan yang dapat berpihak paa murid dan berdampak positif untuk kemajuan sekolah arahanya pada pengkondisian budaya positif di sekolah dengan menggunakan alur Bagja. Dalam pengambilan keputusan tersebut akan menemui sebuah kondisi permasalahan yang bersifat dilema etika dan bujukan moral.

Agar keputusan kita efektif dan berdampak positif diperlukan kemampuan untuk pengambilan keputusan dengan menggunakan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan, sehingga langkah yang diambil selalu berpihak kepada murid.

10.     Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Pemahaman saya terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari pada modul 3.1 ini adalah pemahaman tentang perbedaan antara dilema etika dan bujuk moral. Dilema etika (benar vs benar) adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Sedangkan bujukan moral (benar vs salah) yaitu situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar dan salah. Kemudian saya juga memahami bahwa dalam pengambilan keputusan terdapat 4 paradigma dilema etika yang dapat digunakan yaitu paradigma individu lawan masyarakat, paradigma rasa keadilan lawan rasa kasihan, paradigma kebenaran lawan kesetiaan, dan paradigma jangka pendek lawan jangka panjang.

Sementara itu, untuk pengambilan keputusan diperlukan prinsip-prinsip yang melandasinya. Terdapat tiga prinsip yang akan membantu dalam menghadapi sejumlah pilihan yang penuh dengan tantangan dalam pengambilan keputusan, yakni  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).

Selanjutnya, segala keputusan yang diambil haruslah tepat, arif, dan bijaksana. Maka sebagai seorang pemimpin pembelajaran membutuhkan pengujian yang selaras dengan prinsip dasar pengambilan keputusan yang etis. Terdapat sembilan langkah untuk menguji keputusan dalam situasi dilema etika yang terkadang menggiring kita ke dalam situasi dan nilai yang bertentangan. Kesembilan langkah tersebut adalah: Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini, Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, pengujian benar atau salah yang terdiri dari  uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola.

Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, melakukan Prinsip Resolusi, Investigasi Opsi Trilema, Buat Keputusan dan yang terakhir lihat lagi keputusan dan refleksikan.

 

11.     Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

 

 

Sebelum mempelajari modul ini saya pernah mengambil  keputusan dengan situasi dilema etika, namun yang saya lakukan berdasarkan pada pertimbangan konsekuensi dari keputusan yang diambil. Kemudian di dalam proses pengambilan tersebut selalu meminta pendapat kepada pihak lain yang dapat memberikan ide/gagasan untuk menyelesaikan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Adapun perbedaan yang saya rasakan dari mempelajari modul ini dengan membandingkan sebelum dan sesudah saya mempelajari materi ini, menambah pengetahuan saya untuk dapat menggunakan langkah-langkah tertentu  sebelum mengambil sebuah keputusan pada kondisi dilema etika.

12.     Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Perubahan yang terjadi setelah mempelajari modul ini mengubah cara berpikir saya dan pertimbangan yang harus dilakukan ketika mau mengambil sebuah keputusan, terutama keputusan yang bersifat dilema etika.  Dalam modul ini saya mempelajari  terdapat 4 paradigma dilema etika yaitu: individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) yang semuanya didasari atas 3 prinsip dan 9 langkah.

13.     Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sangat penting sekali. Karena dalam dunia pendidikan terutama guru yang melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik akan banyak menemui permasalahan yang terkair dengan dilema etika. Hal ini karena seorang guru harus mampu dalam setiap kebijakannya berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan yang dianutnya sehingga tercipta sebuah keputusan yang dapat berpihak pada murid dan dampak dari keputusan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah. 

Modul 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Septian Saepul Rohman, Calon Guru Penggerak Angkatan 8 SD Negeri Neglasari Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Berikut ini saya akan mencoba memaparkan sebuah tulisan yang memaparkan pengetahuan yang saya peroleh serta pengalaman belajar saya selama melewati tahapan-tahapan pembelajaran dengan membuat sebuah kesimpulan, berefleksi mengaitkan materi-materi yang sudah dipelajari, baik di dalam modul 3.1. ataupun kaitannya dengan materi di modul lain. Dalam Koneksi Antar Materi Modul 3.1.a.8 terkait Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran saya dipandu dengan beberapa pertanyaan pemantik agar kesimpulan dan refleksi yang saya lakukan dapat lebih bermakna. Berikut adalah beberapa pertanyaan pemandu dalam mengaitkan koneksi antar materi 3.1 ini: 1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil? Kita memahami bahwa Filosofi Pratap Triloka terdiri dari tiga semboyan yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Semboyan tersebut memiliki arti di depan memberi teladan, di tengah memberi motivasi dan di belakang memberikan dukungan. Konsep filosofis ini menjadi panduan dalam melaksanakan proses pembelajaran kepada murid di sekolah oleh guru. Kaitannya dengan pengambilan keputusan jelas sekali bahwa sebagai seorang pemimpin pembelajaran guru harus senantiasa memberikan keteladanan dengan salah satunya adalah dalam proses pengambilan keputusan yang harus memberikan dampak positif bagi semua orang. Selain memberikan keteladanan seorang guru juga harus berupaya memnfasilitasi pembelajaran murid lebih bermakna seorang guru harus memberikan karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap Triloka ing madyo mangun karsa dan guru harus mendorong dengan memotivasi murid agar berprestasi dalam proses pembelajarannya. Salah satu pandangan Ki Hajar Dewantara yang memiliki relevansi dengan pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran adalah Pendidikan untuk Semua. Dalam hal ini Ki Hajar Dewantara mendorong pendidikan tanpa memandang latar belakang atau status sosial, semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Dalam konteks pengambilan keputusan, seorang pemimpin pembelajaran diharapkan agar dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil harus berpihak pada semua murid tanpa adanya diskriminasi dengan prinsip keadilan. 2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan? Dalam pengambilan keputusan kita harus mengacu pada nilai-nilai kebajikan yang kita yakini sebagai pembentuk karakter siswa kita di sekolah. Oleh karena itu seorang guru seyogyanya memiliki nilai-nilai kebajikan yang terintrenalisasi dalam dirinya. Dengan demikian akan berpengaruh keModul 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaranpada diri seorang guru dalam mencptakan sebuah proses pembelajaran yang dilakukannya. Nilai-nilai kebajikan itu diantaranya seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut akan menjadi prinsip dan yang akan mempengaruhi seorang guru dalam mengambil sebuah keputusan dari dua pilihan yang berada pada situasi dilema etika (benar vs benar) atau berada dalam dua pilihan antara benar melawan salah (bujukan moral) yang menuntut kita untuk benar-benar mempertimbangkannya secara baik dan seksama untuk mengambil keputusan yang benar. Ketika telah mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat maka itu adalah hasil dari nilai-nilai positif yang menjadi acuan dalam dirinya untuk mengambil sebuah keputusan dengan permasalahan yang kompleks. 3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Pembimbingan yang telah dilakukan oleh pengajar praktik dan fasilitator membantu saya dalam mengelaborasi pemahaman tentang bagaimana cara pengambilan keputusan yang tepat. Dalam proses tersebut saya diberikan pengalaman belajar untuk mengevaluasi sebuah keputusan yang diambil apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang diyakini atau belum. Karena bagaimanapun sebuah keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin harus menerima konsekuensi yang akan diterima dengan berbagai macam pertimbangan untuk dapat dipertanggungjawabkan. Keputusan yang diambil telah efektif karena sudah melakukannya melalui tahap 9 pengambilan keputusan, 4. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik? Studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika dalam pendidikan seringkali mengembalikan perhatian kepada nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik. Dalam konteks pendidikan, pendidik memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa dan mengajarkan nilai-nilai yang baik. Ketika muncul masalah moral atau etika, studi kasus dapat membantu mendekatkan pemahaman dan tindakan pendidik dengan nilai-nilai yang seharusnya dianut. Dengan belajar memahami studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika dapat memicu pendidik untuk merenungkan nilai-nilai pribadi yang mereka anut. Mereka dapat mempertimbangkan apakah tindakan mereka konsisten dengan nilai-nilai ini atau tidak. 5. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman? Pengambilan keputusan yang tepat dalam lingkungan memiliki dampak yang signifikan terhadap terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman di sekolah. Keputusan yang tepat membantu menciptakan budaya sekolah yang positif. Ketika siswa, guru, dan staf sekolah melihat bahwa keputusan-keputusan dibuat dengan hati-hati dan berdasarkan pada nilai-nilai yang baik, maka akan lebih cenderung merasa dihargai dan terdorong untuk berperilaku dengan baik. Sehingga dengan merasa puasnya keputusan yang diambil dan dirasakan dampak positif oleh seluruh warga sekolah maka akan tercipata lingkungan yang positif, aman dan nyaman di sekolah. 6. Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda? Tantangan yang ada dalam pengambilan keputusan di lingkungan saya dari hasil pengamatan saya adalah terkait dengan kepuasan atau tidaknya yang dapat diterima oleh seluruh warga sekolah karena dengan kepentingan diri sendiri. Sehingga dengan mempelajari dari paradigma berpikir dari seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan perlu terus dilatih dan diupayakan sehingga setiap keputusan yang kita ambil harus tepat dan bijak berlandaskan nilai-nilai kebajikan, keteladanan, bijaksana dan tidak melanggar norma. Dengan landasan tersebut kita dapat menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.Sehingga murid-murid dapat belajar dengan baik dan dapat mengembangkan kompetensinya. 7. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda? Pengambilan keputusan dalam konteks pengajaran sangat berpengaruh pada apakah pengajaran tersebut memerdekakan murid-murid kita atau tidak. Keputusan-keputusan yang diambil oleh pendidik memiliki dampak yang signifikan pada pengalaman belajar siswa. Misalnya dalam Pengambilan keputusan dalam pemilihan kurikulum dan materi ajar harus memperhatikan beragam potensi dan minat murid. Guru perlu memilih sumber daya yang dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar dan tingkat kemampuan. Ini memungkinkan murid untuk memiliki pengalaman pembelajaran yang lebih relevan dan menarik. Dalam memutuskan pembelajaran yang tepat sesuai dengan potensi murid yang beragam guru harus mengambil sebuah keputusan dengan merencanakan strategi atau metode metode pengajaran yang cocok dengan kebutuhan murid. Sehingga semua siswa, kebutuhan belajarnya dapat terpenuhi. 8. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya? Seorang pemimpin pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan dan kehidupan murid-muridnya melalui pengambilan keputusan yang bijak dan efektif. Keputusan tentang bagaimana materi diajarkan dan bagaimana siswa dievaluasi dapat memengaruhi pemahaman dan penyerapan materi oleh siswa. Pengajaran yang efektif dan inspiratif dapat membantu siswa mengembangkan minat dalam belajar dan memotivasi mereka untuk mencapai prestasi lebih tinggi. 9. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya? Kesimpulan akhir yang saya peroleh dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul sebelumnya bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu kemampuan yang perlu dimiiki oleh guru sebagai pendidik. Sebagai seorang guru dalam pengambilan keputusan harus berlandaskan pada konsep filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Hal ini karena setiap keputusan yang diambil akan harus berpihak pada murid dan kebermanfataannya untuk murid. Untuk dapat mengambil sebuah keputusan yang dapat berpihak paa murid dan berdampak positif untuk kemajuan sekolah arahanya pada pengkondisian budaya positif di sekolah dengan menggunakan alur Bagja. Dalam pengambilan keputusan tersebut akan menemui sebuah kondisi permasalahan yang bersifat dilema etika dan bujukan moral. Agar keputusan kita efektif dan berdampak positif diperlukan kemampuan untuk pengambilan keputusan dengan menggunakan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan, sehingga langkah yang diambil selalu berpihak kepada murid. 10. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan? Pemahaman saya terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari pada modul 3.1 ini adalah pemahaman tentang perbedaan antara dilema etika dan bujuk moral. Dilema etika (benar vs benar) adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Sedangkan bujukan moral (benar vs salah) yaitu situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar dan salah. Kemudian saya juga memahami bahwa dalam pengambilan keputusan terdapat 4 paradigma dilema etika yang dapat digunakan yaitu paradigma individu lawan masyarakat, paradigma rasa keadilan lawan rasa kasihan, paradigma kebenaran lawan kesetiaan, dan paradigma jangka pendek lawan jangka panjang. Sementara itu, untuk pengambilan keputusan diperlukan prinsip-prinsip yang melandasinya. Terdapat tiga prinsip yang akan membantu dalam menghadapi sejumlah pilihan yang penuh dengan tantangan dalam pengambilan keputusan, yakni Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Selanjutnya, segala keputusan yang diambil haruslah tepat, arif, dan bijaksana. Maka sebagai seorang pemimpin pembelajaran membutuhkan pengujian yang selaras dengan prinsip dasar pengambilan keputusan yang etis. Terdapat sembilan langkah untuk menguji keputusan dalam situasi dilema etika yang terkadang menggiring kita ke dalam situasi dan nilai yang bertentangan. Kesembilan langkah tersebut adalah: Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini, Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, pengujian benar atau salah yang terdiri dari uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, melakukan Prinsip Resolusi, Investigasi Opsi Trilema, Buat Keputusan dan yang terakhir lihat lagi keputusan dan refleksikan. 11. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini? Sebelum mempelajari modul ini saya pernah mengambil keputusan dengan situasi dilema etika, namun yang saya lakukan berdasarkan pada pertimbangan konsekuensi dari keputusan yang diambil. Kemudian di dalam proses pengambilan tersebut selalu meminta pendapat kepada pihak lain yang dapat memberikan ide/gagasan untuk menyelesaikan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Adapun perbedaan yang saya rasakan dari mempelajari modul ini dengan membandingkan sebelum dan sesudah saya mempelajari materi ini, menambah pengetahuan saya untuk dapat menggunakan langkah-langkah tertentu sebelum mengambil sebuah keputusan pada kondisi dilema etika. 12. Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini? Perubahan yang terjadi setelah mempelajari modul ini mengubah cara berpikir saya dan pertimbangan yang harus dilakukan ketika mau mengambil sebuah keputusan, terutama keputusan yang bersifat dilema etika. Dalam modul ini saya mempelajari terdapat 4 paradigma dilema etika yaitu: individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) yang semuanya didasari atas 3 prinsip dan 9 langkah. 13. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin? Sangat penting sekali. Karena dalam dunia pendidikan terutama guru yang melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik akan banyak menemui permasalahan yang terkair dengan dilema etika. Hal ini karena seorang guru harus mampu dalam setiap kebijakannya berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan yang dianutnya sehingga tercipta sebuah keputusan yang dapat berpihak pada murid dan dampak dari keputusan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah.

Rabu, 04 November 2020

Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik Transportasi barang jarak dekat merupakan kegiatan sehari-hari yang kita alami dan terjadi di sekitar kita. Karena jaraknya yang dekat, seringkali permasalahan yang dialami pada kegiatan transportasi tersebut luput dari perhatian. Permasalahan transportasi jarak dekat dapat ditemukan jika kita berpikir kritis dan teliti mengamati.



Kebutuhan logistik adalah sebuah  kelanjutan dari kegiatan produksi. Kegiatan panen, misalnya, membutuhkan kegiatan logistik. Logistik pascapanen dibutuhkan untuk memindahkan produk hasil panen ke tempat penyimpanan, menyimpan produk hasil panen dan mengirim produk kepada konsumen. Transportasi dan penyimpanan produk hasil panen harus dapat menjaga kualitas produk tetap baik hingga diterima oleh konsumen.

Tugas mandiri !

• Amati salah satu kegiatan produksi atau kegiatan pengadaan barang di lingkungan kalian. Apakah kegiatan produksi dan pengadaan tersebut sudah memanfaatkan logistik?

• Catat barang apa yang dipindahkan dan disimpan, karakter barang, berapa jumlah barang, tempat asal dan tujuan perpindahan, tempat dan cara penyimpanan serta keterangan lain.

 Tugas tersebut tuangkan dalam tabel di bawah ini !




Sumber Pustaka :

Prakarya dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA Kelas 10.-- . Edisi

Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

Selasa, 03 November 2020

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan sebuah perencanaan Usaha

 

Perencanaan usaha pada umumnya memuat pokok pokok pikiran sebagai berikut:

 


Sumber Foto : peluangusahaterkini.com

a. Nama perusahaan

Pemilihan nama perusahaan harus dipikir baik-baik karena berdampak jangka panjang. Pemberian nama harus berorientasi ke depan, tidak hanya pada faktor-faktor yang kekinian.

 

b. Lokasi

Lokasi terbagi atas lokasi perusahaan, lokasi pertokoan,dan lokasi pabrik/industri. Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi yaitu :

1) Backward linkage atau disebut pertalian ke belakang, yaitu bagaimana sumber daya (resources) yang akan digunakan. Termasuk dalam hal ini adalah bahan baku,tenaga kerja, suasana, dan kondisi masyarakat setempat.

2) Forward linkage atau disebut pertalian ke depan, yaitu daerah pemasaran hasil produksi. Apakah tersedia konsumen yang cukup untuk menyerap hasil produksi.

 

c. Komoditi yang diusahakan

Pemilihan komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1) Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu, baik berupa barang-barang ataupun jasa.

2) Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barang barang atau jasa tertentu.

 

d. Konsumen yang dituju

Prospek konsumen ini didasarkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. Jika jenis usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen  yang dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan.

 

e. Pasar tujuan

Sebuah perusahaan yang mulai memasuki pasar akan menempatkan perusahaannya sebagai pemimpin pasar (market leader), penantang pasar (market challenger), pengikut pasar (market follower), atau perelung pasar (market nicher). Penguasaan pasar dalam arti menyebarluaskan produk merupakan faktor menentukan dalam pengembangan usaha. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

 

f. Partner yang diajak kerjasama

Partnership adalah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan. Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam bidang usaha yang mencari laba, tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untuk mencari laba. Bentuk partnership dapat mengatasi beberapa kelemahan yang terdapat pada bentuk usaha

perseorangan.

 

g. Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan

Pilihlah seseorang untuk menjalankan perusahaan karena kejujurannya.

 

h. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia

Pada umumnya pengusaha pemula pada saat akan mendirikan usaha, jumlah modal yang tersedia sangat minim. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Jika modal yang dimiliki pengusaha sangat terbatas, maka dapat dilakukan kerja sama dengan partner, yang masing-masing menyetorkan modalnya. Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus

ditulis.

 

i. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan

Peralatan yang perlu disediakan adalah sesuai dengan kepentingan usaha. Peralatan usaha pertokoan, akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. Untuk pertama kali membuka usaha, pikirkan peralatan yang sangat diperlukan. Peralatan yang tidak begitu diperlukan peggunaannya sebaiknya tidak dibeli terlebih dahulu, sebab akan mengganggu uang kas. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan peralatan yaitu ekonomis dan

prestise.

 

j. Penyebaran promosi

Sebagai suatu usaha baru, tentu belum dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu, harus direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan/ dipromosikan atau tidak. Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi, tempat/media mempromosikan, keunggulan apa yang akan ditunjukkan.



Sumber Pustaka :

Prakarya dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi

Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

Tekonologi Terapan Komposter

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu teknologi terapan yaitu Alat untuk pengkomposan komposter. Komposter adalah alat untuk pengkomposan, mengolah sampah organik pada sampah rumah tangga. Komposter menjadi media terjadinya proses penguraian atau yang disebut dengan dekomposisi material dengan komposter ini sampah organic diproses secara cepat dan higienis. Hasil olah sampah berupa kompos padat dan cair melalui saluran dan pintu yang telah ditentukan. Kompos dapat dikeluarkan dari komposter saat material sudah berwarna kehitaman, gembur dan tidak berbau. Komposter digunakan sebagai perlengkapan hobi pertamanan dalam menghasilkan kompos, peraga pendidikan lingkungan dan yang utama adalah memelihara kesehatan lingkungan rumah tangga.
Keterangan: 1) Tangki penampung 5) Pipa PVC 9) Pipa PVC 2) Meja 6) Penyambung L 10) Penyambung T 3) Pipa berlubang 7) Pipa PVC 11) Penutup tangki 4) Penyambung L 8) Penyambung L  
Tugas Mandiri Sekarang coba kalian cari informasi bagaimana cara pembuatan teknologi terapan Alat pembuat kompos, kalian bisa cari dari berbagai sumber informasi di internet ! 



  

Sumber Pustaka

Prakarya dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi

Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

Senin, 02 November 2020

ADA APA DENGAN KONFERENSI VIDEO ?

 


Pada masa pandemic saat ini, ada sebuah fenomena sosial yang terjadi, terutama dalam dunia pendidikan. Dengan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh, membuat semua guru berupaya menghadirkan sebuah metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa agar tetap dapat belajar dengan baik sehingga materi dapat tersampaikan kepada siswa. Banyak kegiatan webinar yang terselenggara dengan bertemakan materi-materi yang berkaitan dengan teknologi untuk memudahkan siswa dalam belajar dirumah.

Salah satu yang ramai digunakan, adalah aplikasi-aplikasi konferensi video. Berdasarkan Wikipedia.org. Konferensi video (Inggris: videoconference) dapat didefinisikan  sebagai seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.




Banyak sekali aplikasi-aplikasi yang memiliki versi tidak berbayar walapupun ada keterbatasan dibandingkan dengan aplikasi konferensi video versi premium (berbayar). Beberapa aplikasi tersebut diantaranya zoom meeting, google meet, ciscowebex, bigluebutton, skype dan aplikasi konferensi video lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu karena keterbatasan dari ruang tulisan yang saya kerjakan ini.

Manfaat dari penggunaan konferensi video ini, tentunya sangat berdampak sekali terhadap cara kita berinteraksi dengan siswa atau teman-teman kita.  Beberapa manfaat dari penggunaan konferensi video untuk pembelajaran yang saya rasakan adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas komunikasi walaupun dengan jarak jauh.

2. Mengefektifkan waktu

3. Menghindari kejenuhan belajar dari rumah

4. Memberikan pembelajaran kepada siswa terkait penggunaan teknologi dalam mendukung sebuah pembelajaran

Selain manfaat di atas, ada juga kendala-kendala dan menjadi kekurangan dalam penggunaan konferensi video untuk pembelajaran, diantara :

1. Kelelahan fisik karena duduk lama yang dialami siswa ketika proses pembelajaran berlangsung lebih dari 2 jam menggunakan aplikasi konferensi video menjadi hal yang harus diperhatikan karena akan berkaitan dengan bagaimana konsentrasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

2. Masih ada yang belum begitu paham tentang pengaturan teknis system penggunaan konferensi video. Hal ini saya sampaikan karena sering melihat kegiatan yang diadakan secara tatap maya menggunakan konferensi video itu, alokasi waktu yang sudah direncanakan tidak sesuai karena ada kendala teknis baik berupa  permasalahan jaringan, perangkat dan aplikasi yang digunakan, sehingga kegiatan tidak bisa berjalan dengan baik

Demikian yang bisa saya paparkan terkait dengan konferensi video yang saat ini menjadi sebuah cara yang ramai digunakan oleh masyarakat terutama guru - guru sebagai salah satu cara untuk menyampaikan materi kepada siswa. Menjadi hal penting yang harus kita perhatikan akan kelebihan dan kekurangan dari aplikasi konferensi video  yang kita gunakan. Sehingga penggunaan konferensi video ini menjadi lebih tepat guna untuk kita pakai dalam berkomunikasi dengan banyak orang.



Minggu, 01 November 2020

E-MODUL TEMA 4 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1



Modul ini disusun berdasarkan Buku Guru dan Buku Siswa kelas 6 Tema 4 : Globalisasi Sub Tema 1 : Pembelajaran 1. Sebagai referensi bahan ajar digital sahabat bisa menggunakan e-modul ini secara interaktif dan dapat mengunduhnya jika ingin digunakan secara offline. Silahkan sahabat klik cover modul di bawah ini  dan geser untuk ke halaman berikutnya.

E-MODUL KELAS 6 TEMA 3 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 2

 

Modul ini disusun berdasarkan Buku Guru dan Buku Siswa kelas 6 Tema 3 : Tokoh dan Penemuan Sub Tema 1 : Penemu yang Mengubah Dunia Pembelajaran 2. Sebagai referensi bahan ajar digital sahabat bisa menggunakan e-modul ini secara interaktif. Silahkan sahabat klik cover modul di bawah ini  dan geser untuk ke halaman berikutnya.


E-MODUL KELAS 6 TEMA 3 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1

Berikut ini adalah bahan ajar berupa e-modul untuk tema 3 subtema 1 pembelajaran 1 dengan muatan pelajaran Pkn dan SBdp. Silahkan sahabat klik cover modul di bawah ini  dan geser untuk ke halaman berikutnya.

Jumat, 30 Oktober 2020

Download Pengumuman Hasil Akhir Integrasi SKD dan SKB Test CPNS 2019



Hari ini adalah jadwal diumumkannya pengumuman hasil akhir Integrasi SKD dan SKB CPNS tahun 2019. Berikut ini adalah beberapa Instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat yang sudah mempublish pengumuman tersebut yang telah berhasil  mediashare guru kumpulkan dari berbagai sumber. 

22. Proses Update

Silahkan sahabat pantau terus laman ini, karena laman ini akan terus di update berdasarkan informasi yang mediashare guru dapatkan. Semoga bermanfaat!

Kamis, 29 Oktober 2020

SOAL EVALUASI KELAS 6 TEMA 3 ST 1 PB 1

Berikut ini adalah soal latihan online untuk kelas 6 tema 3 subtema 1 pembelajaran 1. Jika bapak/ibu guru ingin menggunakannya sebagai bahan latihan soal bapak ibu tinggal klik readmore. Untuk hasilnya bapak/ibu bisa catat email bapak ibu di kolom komentar nanti hasilnya akan dikirim ke email bapak/ibu.

Waktu Pengerjaan: 30:00 menit!

Komponen Listrik dan Fungsinya (Kelas 6 Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 1 Muatan IPA)

Berikut ini adalah video pembelajaran yang menjelaskan tentang Komponen listrik beserta fungsi-fungsinya yang merupakan muatan pelajaran IPA kelas 6 pada tema 3 subtema 1 pembelajaran 1.

MENGENAL NEGARA-NEGARA ASEAN

Berikut ini adalah media pembelajaran interaktif untuk mengenal negara-negara ASEAN. Cara menggunakannya adalah dengan mengklik menu dan submenu yang diinginkan. Kemudian jika tampilannya tidak full sahabat bisa menggunakan slider vertikal dan horizontal untuk menggeser untuk menyesuaikan tampilan dari media interaktif ini.

Rabu, 28 Oktober 2020

SOAL EVALUASI KELAS 6 TEMA 4 ST 1 PB 1


Waktu Pengerjaan: 30:00 menit!

FOTO KEGIATAN SOSIALISASI RUMAH BELAJAR TAHUN 2020

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro


Kita sudah mengenal PLTA sebagai pembangkit listrik tenaga air yang menggunakan waduk-waduk besar untuk menghasilkan energi listrik. PLTA merupakan pembangkit listrik dengan skala besar. Energi listrik dari satu PLTA dapat mengalirkan listrik ke sejumlah daerah. Selain memanfaatkan waduk-waduk besar, sungai dan air terjun juga bisa digunakan untuk pembangkit tenaga listriik. Hanya saja dengan menggunakan air terjun ataupun sungai hanya bisa mengaliri listrik untuk daerah di sekitarnya. Pembangkit listrik ini dinamakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido (PLTMH).



Pada dasarnya cara kerja untuk menghasilkan energi listrik PLTMH sama dengan PLTA. Namun dalam PLTMH energi listrik yang dihasilkannya lebih kecil, Hal ini disebabkan karena sumber energi yang digunakan PLTMH adalah sungai lebih kecil dibandingkan dengan PLTA yang menggunakan waduk-waduk besar untuk proses menghasikan energi listriknya.

 Pada PLTMH energi listrik yang dihasilkan tergantung dari derasnya air sungai. Karena aliran air sungai menjadi sumber energi dalam PLTMH. Saluran air digunakan untuk mengalirkan air dari sungai menuju kincir air. Saluran air biasanya dibuat miring hal ini dilakukan agar air mengalir lebih deras . Pada PLTMH kincir air terhubung dengan generator. Sehingga ketika kincir air berputar sesuai dengan derasnya air akan membuat generator ikut berputar. Dari proses ini energi diubah menjadi energi listrik oleh generator. Energi yang dihasilkan dari proses ini akan dialirkan ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar PLTMH


Supaya lebih jelas silahkan tonton video berikut ini !


Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (Kelas 6 Tema 4 Subtema 1 Pembelajaran 1 Muatan IPA)

Selasa, 27 Oktober 2020

ANEKA PRODUK IKAN KONSUMSI

ANEKA PRODUK IKAN KONSUMSI


Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kebutuhan akan protein dari ikan juga semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi ikan melalui usaha budi daya. Perikanan budi daya merupakan salah satu subsektor yang sangat potensial untuk dikembangkan karena dapat menerapkan rekayasa teknologi sehingga dapat menciptakan produk perikanan yang berkualitas dan berkesinambungan. Berdasarkan fungsinya, sumber daya perikanan Indonesia terdiri dari ikan konsumsi dan nonkonsumsi. 

Ikan konsumsi adalah jenis-jenis ikan yang lazim dikonsumsi oleh manusia sebagai sumber pangan. Ikan konsumsi dapat diperoleh salah satunya dari proses budi daya. Contoh ikan konsumsi yang sering dibudidayakan antara lain: lele, gurami, nila, mas, bawal, patin, dan jenis lainnya. Ikan-ikan tersebut dapat dibedakan berdasarkan morfologinya. Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan, yaitu bentuk tubuh ikan sebagai ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut.


Tugas hari ini, kalian mengidentifikasi jenis Ikan berdasarkan ciri-ciri morfologinya. Kalian buat dalam bentul format dan tabel seperti di bawah ini !

Nama    :      

Kelas    : 


                              KESIMPULAN 

                              .................................................................................................................................

                              ..................................................................................................................................

                              ................................................................................................................................. 


Senin, 26 Oktober 2020

Perencanaan Usaha Produk Teknologi Terapan

 Perencanaan Usaha Produk Peralatan Teknologi Terapan

Karakteristik sumber daya manusia untuk menunjang keberhasilan usaha dalam hal ini teknologi terapan diantaranya adalah kemampuan menganalisis, merencanakan, keterampilan berorganisasi, membuat penilaian, membuat keputusan memenuhi standar yang dipersyaratkan, interaksi dan komunikasi, bertanggung jawab, bekerja dalam tekanan, dan karakter untuk selalu mengembangkan diri dalam mencapai kemandirian.

Produk rekayasa yang telah diluncurkan dan beredar di pasar, berasal dari kreativitas dan ide-ide inovatif pembuatnya. Peluang usaha bidang industri yang memungkinkan untuk penerapan produk-produk rekayasa teknologi terapan diantaranya: bidang pekerjaan bangunan, elektronik, logistik, kehutanan, IT, administrasi, konstruksi, otomotif, pertanian, peternakan, kesehatan, pertambangan, perhubungan, dan hampir semua bidang menggunakannya.

Dalam pembelajaran beberapa minggu yang lalu, kita sudah membuat sebuah perencanaan dengan menentukan salah satu teknologi terapan yang dapat bermanfaat di lingkungan masyarakat. Nah sekarang kalian coba temukan keuntungan dan kelemahan dari teknologi terapan yang sudah kalian tuliskan pada tugas sebelumnya.

Misalnya  :

1. Mesin Pemeras Sari Buah

Keuntungan :

1.    Mesin pemeras membuat proses produksi berjalan dengan higienis, mesin ini dapat mengolah aneka jenis buah dengan aman selain itu mesin ini sangat awet untuk digunakan.

2.    Dapat memproduksi dengan cara yang lebih cepat.

3.    Mesin mudah untuk digunakan, terutama saat pengoperasiannya.

4.    Ampas hasil produksi akan terpisah secara otomatis dari sarinya.

5.    Memiliki sifat multifungsi sebab dapat digunakan untuk memeras aneka jenis buah – buahan dan santan kelapa.

 

Rabu, 21 Oktober 2020

SOSIALISASI KE-5 RUMAH BELAJAR


Hari ini, rabu tanggal 21 Oktober 2020  menjadi waktu terakhir saya melakukan kegiatan berbagi tentang rumah belajar di komunitas KKG Kec. Tanjungsari Kab. Bogor. Di kegiatan sosialisasi hari ini, ada hal yang berbeda dengan kegiatan sosialisasi sebelumnya. Terlihat bapak/ibu guru yang hadir pada kegiatan ini, persentase lebih besar memiliki usia bisa dikatakan dalam masa-masa akhir tugasnya. Akan tetapi dengan antusiasme yang nampak, bapak/ibu guru peserta  memiliki semangat untuk bisa kenal dan menggunakan portal rumah belajar sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran di masa pandemi ini. 

Dari pengalaman hari ini, dapat direfleksikan bahwa semangat  mengembangkan diri  akan mendapatkan sesuatu hasil yang diperoleh. Saya meyaikini bahwan kebaikan akan menemukan jalannya sendiri sehingga teruslah berjalan kalau tidak menyanggupi berlari untuk menggapai sebuah finish. Semangat  bergerak menuju sesuatu yang baru akan bisa menjadi  motivasi  untuk terus mengembangkan diri demi sebuah kulitas pembelajaran yang lebih baik lagi.