Rabu, 13 Januari 2021
Evaluasi Hasil Usaha
1. Evaluasi Hasil Usaha
Evaluasi usaha adalah suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis. Evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akhir masa produksi.
Suatu usaha dikatakan berhasil apabila dapat memenuhi kewajiban membayar bunga modal, alat-alat luar yang digunakan, upah tenaga kerja luar serta sarana produksi yang lain dan termasuk kewajiban pada pihak ketiga.
Evaluasi usaha harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan. Evaluasi berangkat dari kegiatan monitoring setiap proses dalam usaha yang dijalankan, dari hasil monitoring dapat dibuat analisis kemajuan, kemunduran dan pencapaian apa yang sudah dilaksanakan. Evaluasi dan monitoring bagi seorang enterpreneur sekaligus menjadi sarana belajar dan proses mengupgrade diri. Dalam proses ini bisa jadi ditemukan hal-hal baru dan strategi baru mencapai sukses bisnis.
Tujuan evaluasi usaha adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan sebuah usaha, apakah usaha tersebut berjalan sesuai rencana dan akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Anak-anak, sekarang kalian telah paham kan dengan apa yang dimaksud dengan evaluasi usaha beserta manfaatnya bagi sebuah usaha. Nah, kita akan belajar lebih dalam lagi pada penjelasan berikut ini, simak terus ya anak-anak.
2. Permasalahan Usaha dan Solusinya
Anak-anak, dalam menjalankan sebuah bisnis, pasti kita akan dihadapkan dengan berbagai masalah. Banyak pengusaha yang bertahan dan menghadapi masalah tersebut, ada juga yang memutuskan untuk berhenti atau beralih ke bisnis lainnya. Pengusaha yang bertahan dan mencoba mencari solusi biasanya akan meraih kesuksesan di depan. Lalu apa saja masalah bisnis yang biasanya datang menghampiri pengusaha dan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasinya? Yuk kita belajar bersama agar kelak kalian menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan yang tangguh dalam menghadapi berbagai macam masalah.
a. Waktu
Waktu adalah salah satu masalah yang paling sering dihadapi pengusaha. Banyak pengusaha yang tidak bisa membagi waktunya dengan baik sehingga menyebabkan masalah bisnis lainnya seperti telat meeting yang bisa menyebabkan kehilangan klien, atau jatuh sakit karena terlalu banyak memikirkan pekerjaan. Untuk itu, seorang pengusaha harus mulai menerapkan manajemen waktu yang baik dengan mencoba membuat jadwal harian agar semua rencana pada hari itu dapat berjalan dengan baik.
b. Kurang Percaya Diri
Banyak pengusaha yang kurang percaya diri untuk mengakui bahwa ia memiliki sebuah bisnis. Hal ini biasanya terjadi ketika kita baru memulai bisnis karena kurang percaya diri inilah pengusaha jadi tidak mudah dikenal oleh orang lain. Padahal dengan percaya diri yang tinggi, kalian secara tidak langsung dapat melakukan branding terhadap diri sendiri sebagai pengusaha yang menjual produk atau jasa tertentu sehingga produk yang dijual lebih mudah dikenali orang lain. Lalu bagaimana dengan kalian?, apakah kalian termasuk orang yang kurang percaya diri, atau orang dengan rasa percaya diri yang tinggi?.
c. Tidak Ada Dukungan Keluarga
Beberapa orang masih berpikir berbisnis itu bisa memberikan kerugian besar. Hal inilah yang membuat banyak keluarga tidak mendukung anggota keluarganya memulai bisnis. Padahal, dukungan keluargalah yang dapat mendorong menjalankan sebuah bisnis. Fokus dalam mengelola bisnis dengan baik membuat keluarga akan melihat bahwa kalian serius dalam menjalankan bisnis.
d. Pindah Bidang bisnis
Ada beberapa pengusaha yang mudah menyerah ketika mendapati bisnisnya sepi dan tidak berkembang. Misalnya kalian menjual sepatu dan sepi pesanan, lalu pindah ke bisnis furniture/mebel tapi ternyata tidak berkembang, kemudian kalian pindah lagi ke bisnis lainnya. Hal inilah yang sebenarnya membuat bisnis kalian tidak berkembang. Jika bisnis yang kalian miliki sepi dan tidak berkembang, yang harus kalian lakukan adalah fokus dan pikirkan strategi baru untuk mengembangkan bisnis
e. Perang Harga
Dalam dunia usaha dan bisnis, banyak pesaing usaha yang berani memberikan harga lebih murah, sehingga membuat kita juga ingin menurunkan harga jual. Padahal dengan menurunkan harga, otomatis margin keuntungan yang didapat menjadi kecil. Jadi untuk keluar dari masalah ini, jangan pernah menurunkan harga, tapi cobalah memberikan harga yang cocok sesuai dengan kualitas barang kita. Berikan pelayanan yang terbaik yang dapat membuat pelanggan menjadi puas. Mengapa begitu? Karena tidak semua konsumen menginginkan harga yang murah, tapi ada juga konsumen yang mencari produk atau barang dengan kualitas bagus dan bisa memberikan kenyamanan dalam berbelanja. Jadi berlatihlah menjadi usahawan yang dapat memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan.
f. Manajemen Keuangan yang Buruk
Keuangan adalah salah satu hal penting yang harus dikelola dengan bijak untuk kelangsungan perusahaan. Jika keuangan tidak dikelola dengan baik, pendapatan dan pengeluaran tidak akan terkontrol, sehingga bisa menyebabkan kebangkrutan. Dengan manajemen keuangan yang baik, dapat dengan mudah membuat perencanaan, memonitor dan mengontrol keuangan, hingga mengatur modal kerja. Untuk menerapkan manajemen keuangan yang baik, kalian membutuhkan laporan keuangan yang tepat. Oleh karena itu, kalian membutuhkan sistem akuntansi yang handal dalam menjalankan usaha/bisnis kalian.
Mila Sughesty, Marta, 2020. " Modul Pembelajaran SMA
Prakarya dan Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK Kelas
10". Jakarta : Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan
DIKMEN.
Selasa, 12 Januari 2021
BANGUN BRAND-MU SENDIRI #1
Pengertian Pasar Global.
Untuk dapat berkecimpung di dalam pasar global maka kalian harus paham mengenai pasar global tersebut, karena dengan adanya pasar global maka pemasaran menjadi bebas, Pasar bebas merupakan salah satu bentuk pasar yang dimana segala bentuk kebijakan baik harga atau yang lainnya tidak ada patokan atau paksaan dari pihak lain atau pemerintah. sesuai dengan namanya bebas, jadi semua pihak memiliki kebebasan dalam beraktivitas maupun menetapkan sebuah kebijkan dan yang lainnya. oleh karena itu pasar global dapat diartikan sebagai pasar internasional.
Adapun tujuan utama pemasaran global adalah :
1. Meningkatkan potensi laba perusahaan.
2. Dalam teori ekonomi mikro, laba atau keuntungan, adalah kompensasi atau resiko yang ditanggung oleh perusahaan. Makin besar resiko yang ditanggung oleh suatu perusahaan maka semakin banyak pula laba yang diperoleh. Menurut Dominick Salvatore, keuntungan merupakan penerimaan total dikurangi biaya total.
3. Meningkatkan pertumbuhan/ekspansi.
Tujuan meningkatkan pertumbuhan ekspansi sangat berpengaruh pada perusahan antara lain:
1. Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki risiko adanya produk baru.
2. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan dari ancaman pesaing potensial yang berasal dari berbagai dunia.
Ada beberapa manfaat yang didapatkan perusahaan dalam pemasaran global:
1. Penghematan biaya produksi
2. Merupakan keleluasaan pemidahan produksi ke negara lain.
3. Tingkat kualitas produk semakin baik dan tinggi
4. Meningkatkan kualitas produksi sehingga terciptanya jumlah konsumen
5. Konsumen semankin meningkat
6. Ketersediaan kebutuhan konsumen secara global meningkat
7. Peningkatan teknik pemasaran dalam menghadapi kompetitor 8. Semakin besar pangsa pasar, maka semakin besar pula pesaing
Ciri –ciri perusahaan global, yaitu :
1. Memiliki wilayah pemasaran yang lebih luas.
2. Menggunakan dasar strategi pemasaran dan fungsi-fungsi manajemen pemasaran yang lebih kompleks.
3. Menggunakan standarisasi global untuk produk-produk yang dihasilkan.
4. Fokus pada sumber daya (manusia, uang dan asset fisik).
Syarat wirausaha dapat bersaing di Pasar Global sebagai berikut :
1. Quality. Penilaian terhadap produk yang bebas dari kesalahan produksi dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh Pelanggan (customer). Oleh karena itu organisasi/ perusahaan perlu mengenal konsumen atau pelanggannya dan mengetahui kebutuhan dan keinginannya.
2. Cost. Biaya-biaya yang timbul dalam penanganan masalah kualitas (Mutu), baik dalam rangka meningkatkan Kualitas maupun biaya yang timbul akibat Kualitas yang buruk (Cost of Poor Quality).
3. Delivery. Ketepatan waktu dalam pengiriman hasil produksi kita. Di Zaman sekarang, kecepatan dalam pengiriman dapat menentukan keberhasilan suatu produk. Kesabaran tunggu pelanggan sangat terbatas, karena produk yang kita hasil belum tentu merupakan satu-satunya di dunia.
4. Safety. Perkembangan perusahaan dan industri mempunyai korelasi dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya seperti industri bahan kimia. Hal tersebut dapat berpengaruh pada meningkatnya biaya pekerja dan berpengaruh pada citra. Sejalan dengan hal ini maka industri-industri yang berdampak bagi pekerjanya harus mengelola lingkungan kerja nya agar dapat menurunkan dampak.
5. People. Layanan kita terhadap permintaan-permintaan pelanggan dengan respon yang cepat. Semua orang berharap dilayani dengan cepat agar kebutuhannya dapat dipenuhi dengan segera dan keluhan-keluhannya dapat ditangani dengan segera. Sumber : https://bangazul.com/strategi-pasar-global-atau-global-market-strategy/
Sumber Pustaka
Vini Anggalia, Rossa, 2020. " Modul Pembelajaran SMA Prakarya dan Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK Kelas 12". Jakarta : Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN
Senin, 11 Januari 2021
SOAL AKM LITERASI TEKS FIKSI
Selasa, 05 Januari 2021
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas Untuk Kondisi Khusus.
Keputusan Kabalitbang tersebut tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas Untuk Kondisi Khusus.
Keputusan Kabalitbang tentang KI dan KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 untuk kondisi khusus ini untuk melaksanakan kebijakan mengenai kurikulum terkait kompetensi yang dibutuhkan siswa yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini. Untuk mengunduh lampiran KI dan KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 untuk kondisi khusus bapak ibu dapat mengunduh melalui link berikut ini.
Senin, 30 November 2020
Selasa, 24 November 2020
Rangkuman KD. 3.1 Kerajinan
soal evaluasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar 3.1
Selasa, 17 November 2020
Produk Kendali Otomatis
Proses
produksi pada industri dapat dibantu dengan robot. Robot merupakan mesin hasil
rakitan manusia dan dapat bekerja tanpa
lelah membantu pekerjaan manusia yang bersifat nonstop, penjelajah
lingkungan yang berbahaya misalnya untuk penelitian, membantu untuk proses
produksi di industri, transportasi, kesehatan. Kendali pada robot dapat secara
otomatis dan teleoperasi. Kendali otomatis robot dapat bergerak berdasarkan
perintah-perintah yang telah deprogram pengendalinya yang dilengkapi dengan
sensor dan semua input yang diterima oleh sensor, memberikan data untuk
diproses lebih lanjut oleh mikrokontroler.
Sumber
Pustaka
Prakarya
dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK kelas 12
.-- . EdisiRevisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Contoh Komponen biaya dalam satu proses produksi (3 bulan)
Komponen biaya dalam satu proses produksi (3 bulan)
a. Biaya Investasi
1) Sewa tanah per tahun 400 m2 Rp 300.000,00
2) Alat spray aerator Rp
3.000.000,00
3) Ember perendaman Rp
200.000,00
4) Keranjang pengendapan Rp
100.000,00
Total investasi Rp
3.600.000,00
b. Biaya Variabel
1) Daun nila 300 kg @ Rp 1000,00 Rp 300.000,00
2) Tenaga kerja 6 HOK @Rp 50.000,00 Rp 300.000,00
3) Kapur tohor 9 kg @ Rp1000,00 Rp 9.000,00
Total biaya tidak
tetap/variabel Rp
609.000,00
c. Biaya Penyusutan
1) Sewa Lahan Rp. 75.000,00
2) Penyusutan Spray Aerator Rp
250.000,00
5) Penyusutan ember Rp.
50.000,00
3) Penyusutan keranjang perendaman Rp 25.000,00
Total biaya tetap Rp 400.000,00
d. Biaya Produksi
1) Biaya tidak tetap/variable cost Rp 609.000,00
2) Biaya sewa dan penyusutan Rp 400.000,00
Total biaya produksi Rp1.009.000,00
e. Produksi Zat warna
alam indigo
Pasta 50 kg @Rp 40.000,00 Rp
2.000.000,00
Total pendapatan Rp
2.000.000,00
f, Keuntungan
Keuntungan = Total penghasilan – Biaya produksi
= Rp 2.000.000,00 – Rp. 1.009.000,00
= Rp 991.000,00
Sumber Pustaka
Prakarya dan
Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK kelas 11
.-- . EdisiRevisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Selasa, 10 November 2020
Perhitungan Titik Impas (Break Event Point) Usaha
Break
Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana perusahaan dalam operasinya tidak
memperoleh laba dan juga tidak menderita kerugian atau dengan kata lain total
biaya sama dengan total penjualan sehingga tidak ada laba dan tidak ada rugi.
Manfaat dari Break
Even Point (BEP) sebagai berikut.
a. Alat
perencanaan untuk menghasilkan laba.
b. Memberikan
informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan
kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan
yang bersangkutan.
c. Mengevaluasi
laba dari perusahaan secara keseluruhan.
d. Mengganti
system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.
2. Komponen Perhitungan Titik Impas (Break Even Point)
Usaha
Break Event Point
memerlukan komponen penghitungan dasar berikut ini.
a. Fixed Cost.
Komponen ini merupakan biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan
produksi atau meskipun perusahaan tidak
berproduksi.
Contoh biaya ini yaitu biaya tenaga kerja,
biaya penyusutan mesin, dan lainlain.
b. Variabel Cost.
Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari
tindakan volume produksinya. Jika
produksi yang direncanakan meningkat,
berarti variable
cost pasti akan meningkat. Contoh biaya ini
yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dll.
c. Selling Price.
Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi
Sumber Pustaka
Prakarya dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK kelas 11
.-- . EdisiRevisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Produk Pembangkit Energi Listrik Teknologi Mikrohidro
Teknologi
Terapan Produk Pembangkit Energi Listrik
Potensi
air di masyarakat daerah pedesaan cukup tinggi untuk dimanfaatkan sebagai salah
satu alternatif dalam pembangkitan energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air sebagai
sumber energi dalam menghasilkan energi listrik. Ketersediaan air sebagai sumber
tenaga dijaga kontinuitas guna keberlangsungan pembangkit listrik menggunakan tenaga
air. Mikrohidro sebagai bentuk penggolongan daya yang dibangkitkan atau
kapasitas pembangkit, yaitu 5 kW sampai 100 kW.
Perlengkapan
yang mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro antara lain : (1) saluran
pengambilan air (intake) dengan bendungan (weir)
yang dilengkapi perangkap sampah, (2) saluran pembawa (headrace)
yang membawa air dari intake menuju bak pengendapan, (3) bak pengendap (forebay) mengendapkan
tanah yang terbawa aliran air dengan tujuan menjaga masuknya lumpur pada pipa
pesat, (4) pipa pesat (penstock) pipa yang membawa
air dan mempertahankan tekanan air jatuh ke arah turbin, (5) rumah pembangkit (power house)
melindungi peralatan mekanik dan elektrik pembangkitan yang terdiri dari
turbin, generator dan panel pengendali, (6) panel pengendali yang mengatur
penyaluran energi listrik hasil pembangkitan generator, (7) jaringan kabel
listrik yang menyalurkan dari rumah pembangkit ke pengguna.
Prakarya dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK kelas 12.-- . Edisi
Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Rabu, 04 November 2020
Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
Kebutuhan logistik adalah sebuah kelanjutan dari kegiatan produksi. Kegiatan
panen, misalnya, membutuhkan kegiatan logistik. Logistik pascapanen dibutuhkan
untuk memindahkan produk hasil panen ke tempat penyimpanan, menyimpan produk
hasil panen dan mengirim produk kepada konsumen. Transportasi dan penyimpanan
produk hasil panen harus dapat menjaga kualitas produk tetap baik hingga
diterima oleh konsumen.
Tugas mandiri !
• Amati salah satu kegiatan produksi atau kegiatan pengadaan
barang di lingkungan kalian. Apakah kegiatan produksi dan pengadaan tersebut
sudah memanfaatkan logistik?
• Catat barang apa yang dipindahkan dan disimpan, karakter
barang, berapa jumlah barang, tempat asal dan tujuan perpindahan, tempat dan
cara penyimpanan serta keterangan lain.
Tugas tersebut
tuangkan dalam tabel di bawah ini !
Sumber Pustaka :
Prakarya dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA Kelas 10.-- . Edisi
Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Selasa, 03 November 2020
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan sebuah perencanaan Usaha
Perencanaan usaha pada umumnya memuat
pokok pokok pikiran sebagai berikut:
a. Nama perusahaan
Pemilihan
nama perusahaan harus dipikir baik-baik karena berdampak jangka panjang.
Pemberian nama harus berorientasi ke depan, tidak hanya pada faktor-faktor yang
kekinian.
b. Lokasi
Lokasi
terbagi atas lokasi perusahaan, lokasi pertokoan,dan lokasi pabrik/industri.
Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi yaitu :
1)
Backward linkage atau disebut pertalian ke belakang,
yaitu bagaimana sumber daya (resources) yang
akan digunakan. Termasuk dalam hal ini adalah bahan baku,tenaga kerja, suasana,
dan kondisi masyarakat setempat.
2)
Forward linkage atau disebut pertalian ke depan, yaitu
daerah pemasaran hasil produksi. Apakah tersedia konsumen yang cukup untuk
menyerap hasil produksi.
c. Komoditi yang diusahakan
Pemilihan
komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1)
Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu,
baik berupa barang-barang ataupun jasa.
2)
Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barang barang atau
jasa tertentu.
d.
Konsumen
yang dituju
Prospek
konsumen ini didasarkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. Jika jenis usaha
yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang dituju lebih jauh dibandingkan dengan
usaha bentuk pertokoan.
e.
Pasar
tujuan
Sebuah
perusahaan yang mulai memasuki pasar akan menempatkan perusahaannya sebagai
pemimpin pasar (market leader),
penantang pasar (market challenger),
pengikut pasar (market follower),
atau perelung pasar (market nicher).
Penguasaan pasar dalam arti menyebarluaskan produk merupakan faktor menentukan
dalam pengembangan usaha. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga
barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
f.
Partner
yang diajak kerjasama
Partnership adalah
suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu
usaha mencari keuntungan. Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam
bidang usaha yang mencari laba, tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak
untuk mencari laba. Bentuk partnership dapat mengatasi beberapa kelemahan yang
terdapat pada bentuk usaha
perseorangan.
g.
Personil
yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
Pilihlah
seseorang untuk menjalankan perusahaan karena kejujurannya.
h.
Jumlah
modal yang diharapkan dan yang tersedia
Pada
umumnya pengusaha pemula pada saat akan mendirikan usaha, jumlah modal yang
tersedia sangat minim. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Jika modal
yang dimiliki pengusaha sangat terbatas, maka dapat dilakukan kerja sama dengan
partner, yang masing-masing menyetorkan modalnya. Semua sumber dan kemampuan
pengumpulan modal ini harus
ditulis.
i.
Peralatan
perusahaan yang perlu disediakan
Peralatan
yang perlu disediakan adalah sesuai dengan kepentingan usaha. Peralatan usaha
pertokoan, akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. Untuk pertama kali
membuka usaha, pikirkan peralatan yang sangat diperlukan. Peralatan yang tidak
begitu diperlukan peggunaannya sebaiknya tidak dibeli terlebih dahulu, sebab
akan mengganggu uang kas. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan
peralatan yaitu ekonomis dan
prestise.
j.
Penyebaran
promosi
Sebagai
suatu usaha baru, tentu belum dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu, harus
direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan/ dipromosikan atau tidak.
Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi, tempat/media
mempromosikan, keunggulan apa yang akan ditunjukkan.
Sumber Pustaka :
Prakarya dan Kewirausahaan /
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi
Revisi
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
















