KOLEKSI BUKU

Halaman

Rabu, 14 Juni 2023

 

KONEKSI ANTAR MATERI

MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

SEPTIAN SAEPUL ROHMAN, S.Pd.SD.,Gr

Calon Guru Penggerak Angkatan 8 Kab. Bogor

 

Mempelajari modul 1.1 dan 1.2 banyak memberikan pelajaran bagi saya tentang pembelajaran yang berfokus pada  murid dan refleksi untuk terus memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan. Dengan mempelajari modul ini membuat saya berefleksi ternyata masih banyak kekurangan dalam diri saya dalam melakukan proses pembelajaran kepada siswa. 

Dari pengetahuan yang saya peroleh dalam mempelajari modul ini,  saya jadikan sebagai dasar dalam melakukan perubahan  proses pembelajaran yang saya lakukan.

Dalam menyelesaikan tugas koneksi materi pada modul 1.2 ini saya mencoba melakukan refleksi dengan model 4P

Peristiwa: 

Dalam mempelajari modul 1.1 saya menjadi lebih paham tentang makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan. Pendidikan dan kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan melainkan sebuah satu kesatuan. Ketika kita bermimpi untuk mewujudkan sebuah kebudayaan /peradaban bangsa yang dicita-citakan pendidikan merupakan  pondasinya. Sehingga menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan tidak hanya terkait dengan siswa bersekolah, siswa mendapatkan nilai yang baik, menuntaskan materi akan tetapi pendidikan lebih bermakna daripada itu, pendidikan merupakan cara untuk menjemput kebudayan dan peradaban bangsa yang dicita-citakan

Pelajaran yang saya dapatkan dalam memaknai proses pendidikan dan pembelajaran menurut Ki Hajar Dewantara adalah seyogyanya guru harus fokus terhadap perkembangan murid yang holistik. Pembelajaran yang kita lakukan sebagai guru berorientasi  kepada tumbuh kembang murid dan harus dapat menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Momen berikutnya yang mencerahkan bagi saya dalam mempelajari modul 1.2 ini adalah bagaimana saya mampu megelaborasi nilai dan peran guru penggerak. Dalam modul 1.2 ini diawali dengan bagaimana saya mampu memahami cara  kerja otak, sistem berpikir cepat dan lambat serta hubungan otak dalam mempengaruhi bagaimana manusia tergerak.

Dengan memahami cara kerja sistem otak saya menjadi paham dalam merespon setiap tingkah laku murid dan upaya apa yang harus saya lakukan dalam hal mendorong motivasi belajar murid.

Dalam modul 1.2 ini saya juga diberikan pemahaman terkait dengan nilai dan peran guru penggerak. Dan menjadi tantangan bagi saya untuk dapat mewujudkan nilai dan melakukan  peran sebagai guru penggerak   dalam keseharian saya ketika melaksanakan proses pembelajaran.

Nilai dan peran guru penggerak yang harus dimiliki adalah berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, inovatif dan reflektif.

Pertama berpihak pada murid memberikan pemahaman kepada kita bahwa sebagai guru penggerak harus memiliki semangat untuk memberdayakan dirinya serta memanfaatkan aset/kekuatan yang ada untuk memfasilitasi  suasana belajar dan proses pembelajaran yang positif serta berkualitas bagi muridnya. Kedua Mandiri adalah bagaimana kita seorang guru penggerak  mampu dalam melakukan aksi serta berkenan mengambil tanggung jawab dan turun tangan untuk memulai perubahan. Ketiga Reflektif, yaitu guru penggerak harus mampu memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri maupun pihak lain secara positif apresiatif produktif. Keempat kolaboratif yaitu guru penggerak harus membangun rasa saling percaya dan saling menghargai, serta mengakui dan mengelola kekuatan serta perbedaan peran tiap pemangku kepentingan di sekolah, sehingga tumbuh semangat saling mengisi, saling melengkapi dalam melakukan kerjasama. Kelima adalah inovatif dimana guru harus mampu senantiasa memunculkan gagasan segar dan tepat guna dalam menemukan inovasi yang dapat berguna untuk kemajuan prestasi belajar siswa.

Adapun kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya fahami adalah di modul 1.1 kita diberikan pemahaman bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan tersebut maka seorang guru harus memiliki nilai dan peran guru penggerak seperti berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif dan inovatif dalam melaksanakan proses pembelajarannya tersebut. Dengan mengimplementasikan nilai dan peran guru penggerak maka akan tercipta suatu proses pembelajaran yang berpihak pada murid diantaranya pembelajaran yang menyenangkan, pembelajaran yang inovatif dan pembelajaran diferensiasi sehingga pembelajaran bagi siswa bukan lagi menjadi beban melainkan kebutuhan sehingga terdorong motivasinya dengan selalu semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.

Perasaan:

Saat momen itu terjadi saya merasa tercerahkan dan tersadarkan serta  berefleksi bahwa proses pembelajaran yang saya lakukan masih kurang tepat, dan membuat siswa tidak termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran itu memang karena pendekatan pembelajaran yang saya lakukan masih berpusat pada guru dan masih menganggap otoritas guru menjadi hal yang paling diutamakan. Namun setelah mempelajari modul 1.1 dan 1.2  ini membuat saya tercerahkan untuk mengubah mindset saya terhadap proses pembelajaran yang berpihak pada murid dan mengubah cara pandang saya terhadap proses pembelajaran yang kurang tepat.

Pembelajaran: 

Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa belajar hanya untuk ujian, kendali belajar berada pada guru, siswa mempunyai kebutuhan dan minat belajar yang sama, belajar itu menghafal dan keberhasilan belajar ditandai dengan pencapaian nilai sesuai KKM, penilaian belajar sepenuhnya wewenang guru  namun  sekarang saya berpikir bahwa belajar tidak hanya sekedar untuk siap ujian namun lebih luas dan bermakna yaitu bagaimana siswa kita siap hidup dengan keselamatan dan kebahagiaan ketika dewasanya nanti dalam berbaur dengan masyarakat. Belajar tidak hanya mengejar angka namun kompetensi sehingga kompetensi yang dia peroleh ketika belajar dapat diaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan belajar itu melatih kemandirian agar kelak mereka tidak menjadi beban bagi orang lain  akan tetapi menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya. Dengan mempelajari modul 1.1 dan 1.2 ini mencerahkan saya dan membuat saya belajar bahwa karakteristik dan kebutuhan siswa menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dalam merancang sebuah strategi pembelajaran bagi guru. Dengan pembelajaran yang berpihak pada siswa akan selalu mengutamakan kepentingan siswa dalam membangun perkembangan siswa secara holistik.

Penerapan ke depan (Rencana):

Pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak diantaranya :

  1. Merancang pembelajaran yang berpihak pada murid  dengan memperhatikan kodrat zaman dan kodrat lingkungan
  2. Mengintegrasikan permainan ke dalam proses pembelajaran untuk dapat membuat proses pembelajaran yang menyenangkan.
  3. Melakukan pengembangan diri secara berkelanjutan dengan mengikuti berbagai pelatihan  seperti webinar, KKG dan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi saya dalam melakukan proses pembelajaran yang berpihak pada murid.  
  4. Aktif dalam melakukan kolaborasi bersama guru lain dengan saling berbagi pengetahuan dan praktik baik yang dilakukan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
  5. Selalu melakukan refleksi untuk dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan yang ada untuk dapat memperbaiki proses pembelajaran berikutnya.

Sabtu, 03 Juni 2023

REFLEKTIF PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

 REFLEKTIF  PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

Oleh : Septian Saepul Rohman, S.Pd.SD.,Gr

Ki Hajar Dewantara merupakan Tokoh Pendidikan Nasional yang ide-ide dari pemikirannya yang  demokratis tentang kesetaraan dalam dunia pendidikan  menjadi inspirasi bagi para guru sehingga guru akan berusaha   dapat mengembangkan  potensi atau bakat yang dimiliki siswa berkembang dan bermanfaat untuk kehidupannya di masa depannya nanti.

Berikut ini adalah beberapa pemikiran dan gagasan dari seorang Ki Hajar Dewantara yang saya ketahui dan pahami.

1.    Ing Ngarso Sung Tulodo

Sebuah filosofis yang harus menjadi renungan semua guru, karena di dalam prinsip ini menurut Ki Hajar Deawntara guru harus menjadi teladan atau panutan bagi siswanya baik dalam bertutur kata, maupun berperilaku  sehingga menjadi cermin untuk  semua siswanya dalam berperilaku.

2.    Ing Madya Mangun Karso 

Dalam pemikiran ini guru harus mampu menjadi motivator yang memberikan semangat kepada muirdnya atau orang lain yang ada di sekitarnya untuk mencapai sebuah prestasi dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Karena dalam pemikikiran konsep Ing Madya Mangun Karso memiliki makna bahwa ketika guru  berada di tengah-tengah siswanya, guru harus mampu menumbuhkan  semangat dalam dirinya bukan menjadi guru yang menghakimi dan membuat mental siswa tidak baik yang akan berdampat negatif bagi perkembangan akademik maupun mentalnya. Contoh sikap yang harus dihindari antaranya menggunakan hukuman ketika menghadapi siswa yang berperilaku tidak sesuai dengan kesepakatan peraturan di kelas yang telah ditetapkan.  

3.    Tutwuri Handayani

Tut wuri Handayani menjadi filosofis dari Ki Hajar Dewantara yang semua orang dalam dunia pendidikan paham, bahwa dalam konsep ini guru harus mampu mendorong siswa agar senantiasa bersemangat berkarya dan berprestasi serta memberikan keleluasaan bagi dirinya untuk dapat menentukan sebuah keputusannya berdasarkan dari pemikirannya sendiri sehingga peran guru adalah memperhatikan dan memastikan pilihan nya itu akan berdampak positif bagi masa depannya. Pembelajaran yang dilakukan guru berdasarkan konsep pemikiran ini membuat guru hendaknya tidak menjadikan sumber pengetahuan adalah dirinya, tapi bagaimana guru memberikan kepercayaan bahwa siswa bisa mengonstruksi pengetahuannya sendiri secara bermakna.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD)  yang telah saya jelaskan di atas memiliki relevansi  dengan kondisi pendidikan  Indonesia saat ini. Mungkin kita pernah mendengar berita yang beredar terkait peristiwa  yang terjadi pada seorang oknum guru melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya tidak layak dilakukan oleh seorang guru sehingga harus berhadapan dengan kasus hukum. Kita sebagai guru harus mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan menjadikan refleksi buat kita serta merenungi pemikiran KHD Ing Ngarso Sung Tulodo dimana seorang guru harus benar-benar menjadi teladan bagi siswanya. Dengan menjadi teladan bagi siswanya itu menjadi pembelajaran yang paling efektif buat mereka untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada diri mereka. Bagaimana mungkin kita mengharapkan siswa kita memiliki karakter baik yang diharapkan sedangkan kita sebagai guru masih tidak mampu memberikan keteladanan pada siswa di sekolah.

Selain itu di dalam pembelajaran  kita menyadari masih memiliki banyak kekurangannya karena  tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nyata siswa. Pembelajaran masih cenderung hanya sekedar mentransfer materi tanpa ada  memperhatikan pengalaman nyata siswa di dalam dan di luar kelas sehingga lebih banyak teorinya daripada praktik. Hal ini  menjadi renungan bagi kita bagaimana caranya untuk dapat memfasilitasi mereka dalam pembelajaran agar lebih bermakna. Hal ini memiliki relevansi dengan pemikiran   KHD  Ing Madya Mangun Karso dan Tutwuri Handayani. Dengan memahami pemikiran beliau ini kita akan berupaya untuk dapat memotivasi, mendorong siswa agar terus bersemangat dalam meraih prestasi. Hal ini akan sulit terwujud jika di dalam pembelajaran yang diberikan guru kepada  siswanya tidak berlandaskan pada bakat, minat dan kebutuhan siswa.

Belum sepenuhnya saya melaksanakan semua pemikiran KHD di tempat saya mengajar. Adapun beberapa pemikiran KHD yang sudah saya coba terapkan adalah dengan membuat program – program pembiasaan yang dapat membantu mereka menumbuhkan nilai-nilai positif untuk membentuk karakter sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Misalnya seperti pembiasaan  jumat mengaji dan melaksanakana shalat dhuha dan melaksanakan kegiatan kepramukaan. Selain itu saya berupaya untuk memberikan suasana belajar yang menyenangkan dengan melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi untuk dapat saya implementasikan di kelas sebagai media pembelajaran maupun sumber belajar bagi mereka.

Dalam menjalankan aktivitas mengajar di sekolah  saya merasa sudah memiliki kemerdekaan dalam setiap menjalankan aktivitas sebagai seorang guru. Hal ini karena pimpinan saya memberikan keleluasaan kepada saya untuk berkarya dan berinovatif agar bisa berdampak positif kepada siswa.

Harapan saya setelah mempelajari modul ini mendapatkan pengetahuan bagaimana menjadi seorang guru yang disenangi oleh siswa  dengan hatinya bukan hanya dengan lisannya, bukan menjadi guru yang ditakuti tapi ingin jadi guru yang di senangi dan dihargai sehingga saya mampu menjadi seorang guru yang memberikan keteladanan di hadapan mereka dan guru yang tetap konsisten memiliki motivasi untuk membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan akademik, afektif dan psikomotornya serta dapat membantu mereka mengembangkan bakat yang dimilikinya sehingga dapat berprestasi di kelas maupun di luar kelas ketika mereka berbaur dengan masyarakat sekitarnya.

Saya berharap dalam mengikuti kegiatan ini terdapat kolaborasi  dan saling berbagi pengalaman yang dapat  saling membantu dan mendukung sesama guru CGP lainnya yang bersifat positif. Selain itu harapan saya kepada fasilitator dan pengajar praktik juga  agar dapat membantu dan  membimbing saya sehingga bisa mempelajari materi pada modul dengan sebaik-baiknya. Sehingga saya dapat merasakan manfaat dalam mempelajari modul ini dan mampu  memahami pemikiran-pemikiran dari Ki Hajar Dewantara untuk dapat diterapkan dalam pembelajaran secara nyata sehingga siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar di kelas. Dengan melakukan pembelajaran berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara berharap dapat melatih siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir, kreatif, dan reflektif serta nilai karakter dari profil pelajar pancasila. 

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.1

 

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.1

Disusun oleh

Septian Saepul Rohman, S.Pd.SD

Calon Guru Penggerak Angkatan 8  Kabupaten Bogor Provinsi  Jawa Barat

 

Elemen kunci dalam  pengembangan keprofesian  mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Untuk dapat menghasilkan evaluasi yang memiliki nilai validitas maka kegiatan refleksi merupakan kunci utamanya.

Dalam melakukan kegiatan refleksi kita harus menenangkan diri karena refleksi dapat diibaratkan seperti bercermin di air. Pantulan baru dapat terlihat jelas jika permukaan air tenang dan jernih. Ketika kondisi hati masih berkecamuk, sebaiknya kita menunggu dan mengendapkan pengalaman agar dapat berefleksi dengan mendalam.   

Saat ini saya akan mencoba menuliskan sebuah refleksi dari pengalaman yang telah dilalui selama dua minggu dalam keikutsertaan saya dalam program pendidikan guru penggerak  selama mempelajari modul 1.1 tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Model yang saya gunakan dalam menulis refleksi ini menggunakan  4F (Facts, Feelings, Findings, Future)   yang dikembangkan  oleh Dr. Roger Greenaway.  

4F dapat dipahami  menjadi 4P  yakni  Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran dan Penerapan.

1.    Facts (Peristiwa)



Pada tanggal 10  Mei 2023 pembukaan kegiatan program pendidikan guru penggerak  angkatan 8 telah dimulai. Pembukaan di hadiri oleh Kemendikbudristek yaitu Bapak Nadiem Makarim,B.A.,M.B.A. namun karena berhalangan hadir digantikan oleh Prof.Dr. Nunuk Suryani, M.Pd  dan  Dr. Praptono, M.Ed Direktur Kepala Sekolah Pengawas dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan dilaksanakan secara daring melaui media aplikasi zoom yang diikuti oleh  Calon Guru Penggerak Angkatan 8 seluruh  Indonesia.

 

Setelah pembukaan, kegiatan belum selesai namun dilanjutkan dengan pengarahan dan bimbingan teknis oleh masing-masing BBGP Provinsi.  Dalam pengarahan tersebut peserta diberikan pembekalan mulai dari jadwal pelaksanaan kegiatan dan juga teknis dalam penggunaan LMS sebagai sarana belajar CGP agar tidak mengalami kendala dalam pelaksanaannya nanti.  Kegiatan pengarahan ini selesai tepat pukul 16.00 WIB. 

Pada hari Jumat sehari sebelum pelaksanaan Lokakarya Orientasi , kami CGP Angkatan 8 diundang kembali untuk melaksanakan pertemuan secara daring bersama fasilitator dan admin kelas yang akan membantu pelaksanaan dalam program PGP ini melalui gmeet. Namun dalam  pelaksanaan pembekalan kali ini saya tidak dapat mengikutinya sampai selesai karena adanya kegiatan lain yaitu diklat terkait kurikulum merdeka yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan Kabupaten Bogor. Namun walaupun ada 2 agenda di hari itu saya berusaha agar tidak ketinggalan dalam materi yang diberikan oleh narasumber.

Tibalah kami para CGP angkatan 8 dari Kabupaten Bogor untuk melaksanakan Loka karya orientasi yang dilaksanakan secara luring bertempat di SD Pajeleran 01 Kecamatan Cibinong.  Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.00 s.d 15.30 WIB.  Kegiatan orientasi dibuka oleh Kepala BBGP Provinsi Jawa Barat dan Kepala Bidang  GTK  Dinas Pendidikan Kab. Bogor. Pada kegiatan orientasi ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah CGP dan beberapa pengawas yang diundang dalam pelaksanaan kegiatan ini.




Setelah pembukaan kegiatan orientasi dilanjutkan dengan pemberian materi oleh pengajar praktik. Pada kegiatan ini kami diberikan wawasan tentang program pendidikan guru penggerak dan memberikan kesempatan kepada kami para CGP untuk menggali kemampuan diri yang sudah dimiliki untuk mengikuti  program pendidikan guru penggerak. Kami juga diberikan arahan dan ditugaskan untuk menuliskan harapan dan tantangan yang akan dihadapi dalam mengikuti program pendidikan guru penggerak ini. Dalam pelaksanaannya kami dibimbing dengan baik oleh para Para Pengajar Praktik sehingga kegiatan tidak terasa membosankan.

 

Setelah kegiatan orientasi ini tibalah waktunya kami untuk bergelut dengan agenda dan kegiatan yang ada pada LMS. Agenda pertama adalah mempelajari modul 1.1. tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara  dimulai dari bagaimana kami para CGP mulai dari diri melakukan refleksi terkait dengan pengetahuan awal kita berkaitan dengan filosofis Ki Hajar Dewantara.  Selama mempelajari modul ini kami dibimbing dan dipandu oleh fasilitator Ibu Dewi Puspa Sari dalam melakukan refleksi mulai dari diri, eksplorasi konsep dan ruang kolaborasi. 

Setelah selesai pada kegiatan ruang kolaborasi agenda berikutnya adalah elaborasi pemahaman pada tanggal 25  Mei 2023 bersama instruktur. Instruktur yang membersamai kami pada kegiatan elaborasi ini adalah  Ibu  Nelis Dian Dahliani, S.Pd., MM. Pada kegiatan ini saya diberikan pemahaman kembali dengan lebih mengelaborasi pemikiran Ki Hajar Dewantara dan bagaimana mengimplementasikannya di sekolah. Pada kegiatan elaborasi ini kami para CGP angkatan 8 diberikan kesempatan untuk  bertanya tentang Ki Hajar Dewantara ini. Namun karena keterbatasan waktu tidak semua pertanyaan bisa dielaborasi bersama instruktur.













2.        Feelings (Perasaan)

Dua minggu telah saya lewati dalam melaksanakan kegiatan PGP angkatan 8 ini. Perasaan yang saya rasakan dalam diri saya selama mengikuti proses ini mulai dari senang, bangga khawatir dan takut  telah menghampiri saya. Namun hal ini tidak menjadi sesuatu hambatan atau menjadikan saya untuk menyerah dalam mengikuti proses ini. Tetapi akan coba saya internalisasi menjadi sebuah tantangan sehingga dapat memberikan motivasi dan konsisten dalam melaksanakan seluruh rangkaian aktivitas yang saya lalui.

Bukanlah sesuatu yang menarik untuk saya sampaikan,  bahwa memang sebuah fakta semua orang punya tugas dan aktivitas yang harus diprioritaskan sebagai sebuah bentuk tanggung jawab. Sehingga selama saya berada pada jam aktif di sekolah saya berusaha untuk tidak mengerjakan terlebih dahulu tugas-tugas CGP ini. Sehingga timbul rasa khawatir tertinggal akan tugas yang harus dikerjakan. Namun dengan kegiatan ini saya melatih disiplin saya dalam penggunaan waktu agar lebih efektif dan lebih menghargai waktu untuk sesuatu yang lebih produktif.  

Perasaan yang membuat saya senang dan bahagia adalah bisa belajar bersama komunitas dan guru-guru hebat. Dalam kegiatan ini menjadikan saya lebih dewasa dalam hal menyikapi perbedaan pendapat dalam sebuah argumen ruang diskusi. Keragaman pendapat tentang pemahaman Ki Hajar Dewantara menjadi sebuah pengetahuan baru untuk dapat diimplementasikan menjadi sebuah konsep dan program yang bisa diwujudkan.  Pemahaman tentang Ki Hajar Dewantara ini membuat saya tersadarkan untuk selalu melakukan refleksi setiap pembelajaran yang saya lakukan. Hal inilah yang membuat perasaan saya yang asalnya khawatir dan takut tetapi menjadi sumber daya yang harus saya upayakan untuk mengelola perasaan ini kepada hal yang positif. Sehingga berdampak pada sebuah produktivitas yang menghasilkan sebuah karya yang bisa berdampak untuk kemajuan murid saya di kelas dan rekan guru di sekolah yang menjadi mitra dalam mengembangkan pendidikan di sekolah tempat saya mengajar.

3.        Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran yang saya peroleh dalam mempelajari modul 1.1 tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah menjadi lebih paham  tentang tujuan pendidikan. Menurut beliau  tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dari pengertian ini membuat saya menemukan beberapa konsep tentang pembelajaran.  Saya memahami pembelajaran itu fokus tentang perkembangan murid, pembelajaran yang berpihak pada murid dan  kebermanfaatan  untuk masa depannya sehingga mereka ketika dewasa kelak menjadi individu yang bermanfaat.

Dari hasil refleksi  proses pembelajaran yang saya lakukan  masih cenderung berpusat kepada guru. Sehingga keaktifan siswa di kelas masih kurang dan membuat pemahaman siswa terkait materi yang saya sampaikan tidak seutuhnya mereka pahami dengan baik. Dengan mempelajari modul ini saya banyak belajar dan terinspirasi tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara  untuk  dapat memperbaiki proses pembelajaran yang telah saya lakukan.

Dengan mempelajari modul ini timbul sebuah ide atau gagasan  untuk merancang pembelajaran yang menyenangkan dengan media dan sumber belajar yang menarik  serta menghargai keragaman karakteristik yang dimiliki oleh semua murid dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman.  Berubah dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada murid dengan membiasakan murid  critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).  

  1. Future (Penerapan)

Sebagai implementasi saya terhadap  pemahaman Ki Hajar Dewantara,  saya melakukan aksi nyata dengan membuat dan merancang strategi pembelajaran yang berpihak pada murid dan penggunaan media dan sumber belajar yang menarik dan relevansi dengan kodrat zaman.

Dalam melakukan aksi nyata  beberapa tahapan yang saya lalui adalah sebagai berikut :

Tahap perencanaan

Tahap perencanaan dimulai dari menyiapkan perangkat pembelajaran berupa RPP  yang akan digunakan pada saat proses pembelajaran dan  mempersiapkan media dan sumber belajar yang akan digunakan. Dalam tahap perencanaan ini juga saya sehari sebelumnya menginstruksikan kepada siswa untuk mengunduh aplikasi yang akan digunakan pada saat pembelajaran sehingga ketika proses pelaksanaan tidak terkendala.  Aplikasi yang saya gunakan diantaranya Quiziz paper mode dan  Augmented Reality untuk memvisualisasikan materi dengan baik.   Aplikasi quiziz saya gunakan agar  membuat siswa termotivasi untuk mencapai hasil terbaik sehingga mereka  dapat melihat perkembangan mereka dan menciptakan suasana kompetitif yang sehat.

Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang saya lakukan dibagi kedalam tiga tahapan kegiatan. Tahapan pertama kegiatan awal dimana  aspek penting dalam kegiatan ini  pembelajaran  diawali dengan berdoa untuk menanamkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menyampaikan  tujuan pembelajaran yang akan dicapai hal ini dilakukan agar siswa mengetahui apa yang akan mereka capai sehingga mereka merasa lebih termotivasi untuk mengambil bagian dalam pembelajaran secara aktif dan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada tahap kegiatan Inti saya membagi siswa kedalam beberapa kelompok sehingga pembelajaran yang saya lakukan menggunakan pendekatan kolaboratif. Metode ini memiliki tujuan agar setiap anggota kelompok memiliki peran dan tanggung jawab yang aktif dalam proses pembelajaran. Mereka akan dapat  berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pendapat mereka untuk mencapai pemahaman yang lebih baik pelaksanaan diskusi yang dilakukan.

Agar pelaksanaan kegiatan inti terutama dalam kegiatan diskusi dalam kelompok berjalan baik saya menggunakan LKPD.  Hal ini saya lakukan sebagai sarana untuk mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu  penggunaan LKPD dapat menumbuhkan minat peserta didik terhadap pembelajaran melalui diskusi dan pelaksanaan langkah kerja.        

Setelah diskusi kelompok selesai saya memfasilitasi setiap kelompok perwakilannya untuk dapat mempresentasikan hasil diskusi dan pengerjaan LKPD nya.

Diakhir pembelajaran saya memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari dan memberikan kesempatan kepada siswa jika ada hal yang ingin ditanyakan dari materi yang belum dipahaminya.  Pembelajaran diakhiri dengan berdoa dan membiasakan siswa sebelum meninggalkan kelas merapihkan kembali meja dan kursinya. Hal ini membiasakan mereka bertanggung jawab dan disiplin serta peduli akan kebersihan lingkungan sekolah. 

Jika jam pelajaran telah usai saya melakukan refleksi dan menganalisis data –data yang diperoleh untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah saya lakukan berupa catatan-catatan kecil dan hasil penilaian formatif yang saya lakukan. 


Dari semua kegiatan yang saya lakukan tersebut menurut saya sudah memiliki relevansi dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara diataranya pembelajaran berpihak pada murid dan penggunaan media dan sumber belajar yang menarik sesuai dengan kodrat zaman dan lingkungan siswa

 





 

 

 

 

Kumpulan Tugas Modul 1.1 Pendidikan Guru Penggerak

Tugas Demonstrasi Kontekstual 



Tugas Koneksi Antar Materi 1.1



 

 

Tugas Aksi Nyata 1.1

 


                  

Selasa, 15 Juni 2021

Waktu Pengerjaan: 17 : 00 menit!

Rabu, 28 April 2021

Menganalisis komponen biaya produksi (Materi kelas 10)

Sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi guna dijual kembali dan menghasilkan keuntungan pastilah membutuhkan sebuah perhitungan yang matang dalam kegiatan produksinya. Kegiatan tersebut tentu membutuhkan perhitungan dalam biaya produksinya, inilah yang bisa disebut dengan biaya produksi sebuah perusahaan.

Pada dasarnya biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dilakukan pada proses produksi perusahaan. Biaya tersebut meliputi bahan baku, overhead dan biaya tenaga kerja langsung. Ketiga unsur biaya tersebut sangat berpengaruh pada kegiatan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.

Perlu adaya pembelajaran secara khusus bagaimana mengelola keuangan dalam berwirausaha sehingga keuntungan dan kerugian dari perusahaan akan dapat tercapai secara maksimal. Dengan perhitungan biaya produksi (biaya pokok) yang benar dan baik maka akan tercapainya keuntungan suatu perusahan yang besar. 

Komponen Biaya Produksi

a. Biaya

Biaya adalah sejumlah uang yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk membuat produk atau jasa.

Unsur-unsur biaya

1. Bahan Baku Langsung (Direct Materials)

Bahan baku langsung adalah bahan yang akan menjadi bagian dari barang hasil produksi. Jadi, biaya bahan baku adalah harga pokok bahan tersebut yang diolah dalam proses produksi (Mulyadi, 199:58)

2. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour)

Biaya tenaga kerja langsung adalah semua balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan sesuai dengan fungsi dimana karyawan ditempatkan (bekerja) pada perusahaan.

3. Biaya Tidak Langsung (Factory Overheat Cost)

Biaya tidak langsung adalah biaya gabungan (joint cost) atau biaya biaya overhead untuk semua satuan output yang diproduksi.

Jenis-jenis biaya

1. Biaya tetap (fixed cost)

Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dalam besaran yang tetap atau stabil

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel merupakan biaya yang besarannya berubah-ubah tergantung pada volume kegiatan

Contoh biaya variabel dalam sebuah perusahaan yaitu bahan baku serta biaya periklanan.

3. Biaya Semivariabel (Mixed/ Semivariable Cost)

Biaya semi variabel meliputi biaya listrik, biaya air, serta telpon.

4. Biaya Langsung (Direct Cost)

Biaya langsung ini bisa berupa biaya bahan baku ataupun tenaga kerja.

5. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)

Biaya tidak langsung berupa biaya asuransi dan sewa motor.

6. Biaya Investasi (Investment Cost)

Biaya investasi merupakan modal awal yang dikeluarkan untuk memulai sebuah usaha. Biaya investasi bisa berupa biaya lahan hingga pembelian mesin.

7. Biaya Operasi (Operational Cost)

Biaya operasi adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan selama proses operasi atau produksi berlangsung. Biaya ini bisa disebut sebagai biaya operasional seperti gaji operator.

8. Biaya Perawatan (Maintenance Cost)

Perawatan merupakan bagian penting dalam menjalankan usaha. Perawatan ini bisa berupa perawatan gedung, kendaraan, peralatan, dan lain sebagainya. Biaya perawatan (maintenance cost) digunakan ini digunakan untuk merawat semua alat yang digunakan dalam proses produksi.

9. Biaya Total (Total Cost)

Biaya total merupakan keseluruhan biaya yang digunakan untuk memproduksi sebuah output. Biaya ini bersifat menyeluruh mencakup biaya tetap, biaya semivariabel maupun biaya variabel.

Salah satu contoh biaya total yaitu biaya produksi, mulai dari biaya bahan baku, biaya pemasaran, biaya administrasi dan sebagainya.


Sumber Pustaka

 Suliantini, Deni Agustin , 2020. " Modul Pembelajaran SMA Prakarya dan Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK Kelas 10". Jakarta : Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN






Selasa, 27 April 2021

PROMOSI (Materi Kelas 11)

Pertanyaan yang mungkin akan kalian utarakan ketika diminta untuk mempromosikan sebuah produk usaha adalah, Apa itu promosi?,  Apa itu strategi promosi dan mengapa saya membutuhkannya? Bagaimana saya tahu strategi promosi apa yang tepat untuk produk usaha saya?, sebelum terlalu jauh membahas tentang strategi promosi kalian harus terlebih dahulu dapat memahami arti dasar kata promosi itu sendiri. 

Dalam pengertian usaha menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki arti sebuah usaha perkenalan (dalam rangka memajukan usaha, dagang, dan sebagainya), atau dapat diartikan suatu akitivitas komunikasi yang dilakukan oleh seseorang atau suatu perusahaan dengan masyarakat luas, dimana tujuannya adalah untuk memperkenalkan sesuatu (barang/ jasa/ merek/ perusahaan) kepada masyarakat dan sekaligus mempengaruhi masyarakat luas agar membeli dan menggunakan produk tersebut. 

Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa kata utama yang menjadi inti dari promosi adalah "kenal" yang jika diimbuhi kata kerja menjadi "memperkenalkan”, cobalah untuk membayangkan bagaimana ketika kalian ingin mengenal sesuatu? apa yang kalian inginkan untuk mengenal sesuatu? Bagaimana kalian mengenal sesuatu?. 

Pada intinya promosi adalah bagaimana kalian memperkenalkan produk usaha kalian kepada calon konsumen. Promosi adalah segala bentuk komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan (to inform), membujuk (to persuade), atau mengingatkan orang-orang tentang produk yang dihasilkan organisasi, individu, ataupun rumah tangga (Simamora, 2003:285)

Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi menurut Tjiptono (2001:221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelanggan tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. 

Menurut Sistaningrum (2020:98) tujuan promosi adalah untuk memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi/membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan.


Ada lima jenis kegiatan promosi (Kotler, 2001:98-100), antara lain: 

1. Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. 

2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian. 

3. Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah). 

4. Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. 

5. Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.


Nah sekarang coba kalian definisikan sendiri menurut kalian apakah yang dimaksud dengan promosi ? Jawaban kalian isikan di kolom komentar ya !

Sumber Pustaka

Lardiatama, Trada , 2020. " Modul Pembelajaran SMA Prakarya dan Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK Kelas 11". Jakarta : Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN



Rabu, 31 Maret 2021

Evaluasi KD. 3.8 KELAS 10

Waktu Pengerjaan: 30:00 menit!

Selasa, 23 Maret 2021

Strategi Penetapan Harga Jual

Sebagai seorang yang baru merintis sebuah usaha dan minim akan pengalaman, kalian mungkin mengalamai kesulitan untuk dapat menentukan harga jual produk yang pas dan tepat. Jika kalian terlampau tinggi dalam menentukan harga kemungkinan penjualan akan tidak berjalan baik atau mungkin banyak konsumen yang tidak ingin membeli produk kalian. Namun tetap ada hal yang dapat produk kalian laku walaupun dipatok dengan harga tinggi, apakah hal itu? dua hal itu adalah Kualitas dan juga Popularitas. Tidak dapat dipungkiri bahwa pepatah lama mengatakan "ada harga ada rupa", dimana kualitas menjadi hal yang tidak dapat ditawar ketika konsumen harus merogoh koceknya dalam jumlah besar. Popularitas juga sebuah penentu untuk mendongkrak harga produk dalam harga tinggi tanpa adanya penawaran, masalahnya dalam hal ini apakah kalian sudah cukup terkenal untuk dapat menentukan harga produk kalian setingi langit? Lalu cara apa yang harus kalian gunakan dalam menentukan harga jual produk kalian? Mari kita bahas bersama strategi penetapan harga yang dapat kalian gunakan.

1. Mark Up Pricing

Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan beberapa persen harga dari pembelian bahan baku kemudian baru mengkalkulasi modal yang dibutuhkan sebelum mendapatkan markup pricing-nya dimana hasil prosentase yang akan menjadi jumlah keuntungan yang kalian peroleh.

Contoh:

Rumus:


Misalnya, kamu ingin memiliki usaha kerajinan dengan bahan baku limbah berbentuk bangun ruang Rp. 10ribu/pcs. Markup yang ingin tambahkan adalah 20%. Maka keuntungan yang bisa didapatkan adalah,

Harga Jual= Rp. 10.000 + (Rp. 10.000 x 20%)
Harga Jual= Rp. 12.000/pcs

Dalam kasus tersebut kalian akan mendapatkan keuntungan sekitar Rp.2000 apabila ingin mendapatkan markup sekitar 20%.

2. Margin Pricing

Berbeda dengan Markup yang menggunakan prosentase untuk mendapatkan keuntungan, Margin Pricing merupakan metode dengan menentukan terlebih dahulu berapa besar produk yang akan dijual. Setelah itu kalian dapat menggunakan rumus perhitungannya untuk menentukan berapa besar profit yang ingin diambil.

Misalnya, kamu ingin memiliki usaha kerajinan dengan bahan baku limbah berbentuk bangun ruang dengan modal Rp. 15 ribu dan ingin menjualnya seharga Rp. 50 ribu perbuah. Apakah keuntungan yang diambil terlalu besar atau tidak? masukkan saja ke dalam rumus yang telah disiapkan di atas.

Margin= (50.000 – 15.000)/ 50.000
Margin= 0,7 atau 70%

Dilihat dari hasilnya, keuntungan yang akan kalian dapat dalam setiap produk adalah 70%. Jika menurut kalian hasil ini terlalu besar, kalian dapat merubah profir yang dihasilkan tidak lebih dari 50% dari harga modal awal. Kenapa? karena biasanya memang profit normal sebuah produk tidak lebih dari angka tersebut.

Sumber Pustaka

Lardiatama, Trada, 2020. " Modul Pembelajaran SMA Prakarya dan Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK Kelas 11". Jakarta : Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN

FUNGSI, TUJUAN DAN BENTUK MEDIA PROMOSI PRODUK USAHA KERAJINAN PASAR GLOBAL

Di era sekarang promosi sangat mudah dilakukan, kalian tinggal update status, unggah stories atau nge-Live di media sosial. Sangat tidak sulit untuk mempromosikan sebuah produk. Apalagi kekuatan media sosial sekarang sangatlah kuat. Bayangkan oleh kalian, hanya dengan sekali klik unggah artis kalian, mereka langsung akan bertanya, apa itu yang dia pakai kemudian mereka langsung cari di internet, bisa langsung pesan terus transfer. Semudaah itu loh.

Nah sekarang kita pelajari dulu apa itu promosi.


Pengertian promosi

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya

Promosi merupakan salah satu strategi pemasaran. Strategi pemasaran produk memanfaatkan bauran dari strategi product, place, price dan promotion atau dikenal pula dengan sebutan 4P. Kesuksesan suatu produk di pasaran tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan harga yang tepat, melainkan juga tempat penjualan dan cara promosi. Kegiatan dan media promosi bergantung dari pasar sasaran yang merupakan target promosi tersebut dan tempat penjualan produk dilakukan. Promosi produk untuk wisatawan dapat dilakukan diantaranya dengan memasang iklan pada tempat-tempat wisata. Promosi untuk yang lebih luas dapat dilakukan melalui media social (Instagram, Whatsapp, Line, dan lainnya) atau website di internet.

Berikut ini terdapat beberapa fungsi promosi, antara lain:

1. Informing (memberikan informasi)

Promosi merupakan sarana untuk mengenalkan produk kepada para konsumen. Promosi membuat konsumen sadar akan produk-produk baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa.

Promosi menampilkan peran informasi bernilai lainnya, baik untuk merek yang diiklankan kepada konsumennya, dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek yang telah ada.

2. Persuading (membujuk)

Media promosi atau iklan yang baik akan mampu mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang ditawarkan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer, yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. Lebih sering, promosi berupaya untuk membangun permintaan sekunder, permintaan bagi merek perusahaan yang spesifik.

3. Reminding (mengingatkan)

Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan produk dan jasa yang diiklankan, dampak promosi di masa lalu memungkinkan merek pengiklan hadir di benak konsumen.

4. Adding value (menambah nilai)

Terdapat tiga cara mendasar dimana perusahaan bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka, inovasi, penyempurnaan kualitas, atau mengubah persepsi konsumen. Ketiga komponen nilai tambah tersebut benar-benar independen. Promosi yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing.

5. Assisting (mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan)

Periklanan merupakan salah satu alat promosi. Promosi membantu perwakilan penjualan. Iklan mengawasi proses penjualan produk-produk perusahaan dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wirausaha sebelum melakukan kontak personal dengan para pelanggan yang prospektif.


Sumber Pustaka

Kurniati, Enung, 2020. " Modul Pembelajaran SMA Prakarya dan Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK Kelas 12". Jakarta : Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN

Selasa, 16 Maret 2021

Perencanaan Pengembangan Usaha




Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau seorang wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas. Pada umumnya, pemilik usaha dalam mengembangkan usahanya harus mampu melihat suatu peluang dimana orang lain tidak mampu melihatnya, menangkap peluang dan memulai usaha (bisnis), dan menjalankan bisnis dengan berhasil.

Perencanaan pengembangan usaha antara lain:

1. Mengatur proses kegiatan usaha, produksi, pemasaran, penjualan, perluasan usaha, pembelian, tenaga        kerja, dan pengadaan peralatan usaha untuk mencapai tujuan

2. Keseluruhan proses hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai      tujuan yang sudah ditentukan

3. Sebuah selling document tertulis yang disiapkan dan mengungkapkan daya tarik, serta harapan sebuah        usaha atau bisnis kepada penyandang dana potensial.

4.Perkembangan sistematis dari program tindakan dan ditujukan pada pencapaian tujuan usaha yang      telah   disepakati dengan proses analisis, dan seleksi di antara kesempatan-kesempatan pengembangan    usaha yang ada.

Agar bisnis dapat berjalan lancar dan sukses, dibutuhkan perencanaan yang matang dan kesiapan dalam menghadapi berbagai hal yang tidak terduga. Kalian juga harus memiliki skill manajerial yang mumpuni. Berikut ini adalah langkah-langkah pengembangan usaha, antara lain:

1. Well organized

Pengaturan atau pengorganisasian yang terencana akan banyak membantu kalian dalam menyelesaikan berbagai tugas sehingga kalian bisa memantau tugas atau tahapan yang sudah selesai dilakukan. Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan membuat daftar kerja atau to do list. Buatlah daftar kerja berdasarkan prioritas atau tingkat kepentingan usaha, kemudian berilah tanggapan jika suatu tugas sudah selesai. Dengan demikian, kalian dapat mengevaluasi dan memastikan tidak ada tugas yang terlewatkan.

2. Mencatat semua hal secara menyeluruh

Sebuah bisnis hendaknya memiliki rekaman proses bisnisnya secara menyeluruh atau detil. Data yang menyeluruh ini akan sangat membantu kalian untuk meninjau perkembangan bisnis, mengetahui adanya kekurangan dalam sebuah proses, atau mengembangkan strategi baru.

3. Menganalisa kompetitor bisnis

Kompetisi atau persaingan memang tidak bisa dipisahkan dari sebuah proses usaha. Namun dengan adanya kompetisi ini maka akan mendorong pengusaha untuk terus melakukan inovasi atau membuat berbagai terobosan terbaru. Jangan takut untuk belajar dari kompetitor kalian. Bisa jadi kompetitor memiliki strategi atau langkah yang bisa menginspirasi kalian.

4. Memahami resiko

Setiap bisnis pasti memiliki resiko. Tetapi dengan melakukan penghitungan resiko yang tepat, kalian dapat meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dengan memahami resiko yang mungkin terjadi, akan membuat kalian lebih siap menghadapi segala resiko, dengan memiliki berbagai strategi yang siap untuk diterapkan.

5. Berpikir kreatif

Gunakan daya imajinasi Kalian untuk mengerjakan berbagai hal secara kreatif. Kreatifitas sangat dibutuhkan dalam sebuah perjalanan usaha demi memenangkan kompetisi pasar. Berpikir keatif dengan bersedia menampung ide-ide cemerlang, dan terus menambah wawasan dapat kalian gunakan untuk mengembangkan usaha kalian.

6. Fokus

Saat kalian membangun bisnis, tidak serta merta kalian akan mendapatkan penghasilan yang besar. Ada banyak hal yang harus kalian kerjakan agar bisnis kalian terus tumbuh. Tetap fokus pada tujuan kalian akan membuat kalian dapat mengelola usaha dengan baik.

7. Berkorban

Dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa agar usaha dapat berkembang dengan pesat. Mengorbankan waktu istirahat, kenyamanan, kesenangan sendiri merupakan bentuk pengorbanan yang harus kalian hadapi. Namun, setelah kalian menemukan ritme bisnis yang tepat, kalian perlahan-lahan

dapat membangun kembali keseimbangan antara kehidupan pribadi kalian dengan bisnis.

8. Pelayanan yang baik

Mengelola bisnis tidak hanya semata-mata mengutamakan masalah mutu produk saja. Hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah layanan pelanggan. Bagian ini tidak hanya menerima keluhan pelanggan dan memberikan solusi semata, namun juga harus bisa mengedukasi konsumen dengan baik. Pelayanan yang baik akan membuat konsumen Kalian akan terus kembali menggunakan produk Kalian.

9. Konsisten

Konsistensi merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Saat Kalian melakukan apa yang sudah ditetapkan dalam perusahaan secara konsisten, meskipun hal yang sederhana, maka konsistensi tersebut akan mengarahkan Kalian pada kesuksesan di masa datang. Konsisten dalam berperilaku baik akan membentuk kebiasaan yang positif pula. Selain itu Kalian juga dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Kesuksesan sebuah usaha tidak datang dalam sekejap. Diperlukan perjuangan dan waktu untuk mewujudkannya. Membangun sebuah usaha hingga meraih kesukseskan mensyaratkan kerja keras, fokus, ketekunan, dan dispilin waktu yang tinggi.


Sumber Pustaka

Vini Anggalia, Rossa, 2020. " Modul Pembelajaran SMA Prakarya dan Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SMA/SMK Kelas 12". Jakarta : Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN